
Faktual.Net, Jakarta – Memegang amanat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs Asrun Lio MHum PhD terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah ini, termasuk diantaranya mengusulkan secara langsung sejumlah program strategis ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kunjungan, Kadikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), diterima secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI, Ir Suharti MA PhD, yang juga merupakan sesama alumni lulusan S3 di The Australian National University of Cambera, sehingga tidak heran jika sejumlah program yang diusulkan masuk program skala prioritas, termasuk pendirian dua SMK yakni Pariwisata dan Kemaritiman pada Tahun 2022 di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kadikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD, Minggu (3/10/2021) di Jakarta mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas sambutan Ibu Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI, Ir Suharti MA PhD, terlebih lagi dalam perhatiannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sultra, agar bisa memenuhi standar pendidikan nasional di Indonesia.
Akademisi asal Moronene Bombana Sultra ini mengungkapkan, dalam kunjugannya tersebut, pihaknya juga memberikan penjelasan terkait kondisi pendidikan di Sultra, diantaranya terkait kondisi pembelajaran di masa pandemi Covid-19, dimana Provinsi Sultra telah melaksanakan proses belajar mengajar secara terbatas pada wilayah yang masuk dalam level tiga, dua, dan satu. Hal ini juga telah melalui instruksi Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH kepada para bupati dan wali kota se Sultra.
Selanjutnya, masih Pembina Kerukunan Keluarga Baubau Buton (KKBB) Provinsi Sultra ini, hal lain yang menjadi laporan penting yakni penjabaran sejumlah program prioritas Pemprov Sultra pada bidang pendidikan, dimana kesemuanya terkait peningkatan pendidikan dan kemajuan kebudayaan di Sultra.
“Insya Allah tahun 2022, Sultra mendapat dukungan untuk pembangunan SMK Pariwisata dan SMK Kemaritiman. Kedua bidang ini merupakan sektor unggulan Sultra, yang nantinya akan mengikat dunia usaha maupun industri melalui MoU, agar tamatan dua SMK ini diharapkan langsung terpakai, baik pada dunia industri atau dunia usaha tadi,” jelas Mantan Kepala Pusat Studi Eropa UHO ini.
Kesempatan itu juga, peraih predikat terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX 2021, pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan (Puslatbang KMP) LAN RI mengharapkan adanya penguatan infrastruktur pendidikan dari Kemendikbud RI, mengingat masih banyaknya sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Sultra belum memiliki sarana prasarana memadai sesuai dengan standar pendidikan nasional.
Sebelum mengakhiri pertemuan tersebut, orang nomor satu di jajaran Dikbud Provinsi Sultra ini menjabarkan tentang program PERAU GADIK, yakni sebuah sistem aplikasi penataan dan pemerataan guru di Sultra, dimana proses pemindahan atau pemutasian guru dan tenaga pendidik tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan dipindahkan oleh sistem dengan dasar pertimbangan tertentu. Namun tenaga pendidik tidak perlu mengkhawatirkan sistem ini, sebab telah dipersiapkan mekanisme aturan untuk mengisi kekosongan guru di wilayah yang diperlukan. Sehingga distribusi guru negeri diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut.
Mendengar penjabaran tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI, Ir Suharti MA PhD memberikan respon postif, terlebih dinilai sebagai program inovatif, sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Provinsi Sultra, utamanya melalui pendistribusian guru secara merata dan proporsional.(RED)















