oleh

Kades Tunduno Subhan Harap Pemda Konsel Realisasikan Bantuan 17 Rumah Korban Banjir

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Kepala Desa (Kades) Tunduno, Subhan SH, berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) segera realisasikan bantuan rumah korban banjir Tahun 2019 lalu, bagi warga Desa Tunduno, kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan.

Hal ini disampaikan Kades Tunduno, Subhan, kepada Faktual.Net, usai menyerahkan tujuh belas nama-nama Kepala Keluarga (KK) warga Desa Tunduno, kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konsel, kepada Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Konsel, Nur Alim diruang kerjanya, Selasa 10/3/2020.

Salah Satu Rumah Warga Desa Tunduno Yang Terdampak Banjir

“Saya prihatin tiap tahun Desa Tunduno jadi langganan banjir, sudah sejak lama,” ungkap Kades Tunduno Subhan.

Baca Juga :  Camat Dan Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan Tompobulu Salurkan Masker Secara Simbolis

Disampaikannya, banjir tahun 2019 lalu, warga banyak kehilangan rumah, karena tergenang air dan hanyut terbawa banjir, selain itu aktivitas warga sangat terganggu, lahan pertanian tidak bisa digarap,petani merica yang siap panen mengalami kerugian puluhan juta rupiah sebab gagal panen, akibat kebun mereka terendam banjir.

“Kami sudah menyerahkan nama-nama tujuh belas warga Desa Tunduno yang terkena dampak banjir Tahun lalu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Selatan ,pada tanggal 10/3/2020, semoga segera terealisasi,” harapnya.

Keadaan Jembatan Penghubung Desa Tunduno dengan Desa Boro-boro Lameuru

Ditempat yang sama, Adena dan Sarif, warga Desa Tunduno, berharap pula agar kejadian banjir di desanya tidak berlarut lama jangka waktunya. “Kami butuh uluran tangan Pemerintah secepatnya agar kami bisa punya rumah kembali, dimana selama ini numpang dirumah keluarga,” ungkap Adena diamini Sarif.

Baca Juga :  Kades Bontosunggu Gelar Aksi Peduli Covid-19

Dokumentasi foto banjir juga diperlihatkan Subhan yaitu rumah yang terendam banjir, dan jembatan penghubung Desa Tunduno dengan Desa Boro-boro Lameuru tidak bisa dilalui akibat terdampak banjir,  dijelaskannya setiap banjir jembatan pasti tenggelam, akibatnya ekonomi masyarakat lumpuh.

Reporter : Ayu

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :