oleh

Jembatan Teluk Kendari Karya Ali Mazi Diresmikan Presiden RI

Jembatan Teluk Kendari Karya Ali Mazi Diresmikan Presiden RI

Faktual.net, Kendari, Sultra – Konsep pembangunan program Stail Masyarakat Sejahtera (SMS) untuk dijadikan sebagai rujukan gubernur dari buah pikir atau ide dan gagasan Gubernur Sultra, H Ali Mazi diperiode pertama tahun 2003-2008 silam yang bertajuk Percepatan Pemerataan Pembangunan menuju Sultra Raya 2020 itu satu persatu mulai diwujudkan.

Salah satu yang telah telah direalisasikan yakni pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Pembangunan proyek nasional dikerjakan mulai tahun 2015 yang dimasukan dalam konsep pembangunan program Garbarata (Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan) di periode kedua gubernur Ali Mazi telah rampung di akhir 2020.

Impian dan harapan  Ali Mazi ini semakin lengkap dirasakannya setelah Jembatan Teluk Kendari secara langsung diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, Kamis, 22 Oktober 2020.

Sebelumnya, kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI diawali dengan acara peresmian Pabrik Gula di Kabupaten Bombana dan berkesempatan untuk meresmikan  jembatan sepanjang 1,34 kilometer ini.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Hedy Rahadian, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Novel Arsyad, dan Direktur Utama PT Nindya Karya Haedar A. Karim.

Untuk diketahui, sebelum diresmikan Presiden, jembatan tersebut telah menjalani uji coba laik fungsi dan akan segera dioperasikan setelah peresmian.

Jembatan Teluk Kendari Jadi Icon Baru Sultra

Baca Juga :  Dinas PPAPP DKI Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak melalui Webinar

Jembatan Teluk Kendari yangpengerjaannya dimulai pada 2015 lalu ini banyak mendapat pujian dari Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia ini mengatakan jembatan ini mempunyai daya tarik tersendiri. Dari sisi arsitektur jembatan ini sangat menarik.

Ia memprediksi, selain tugu MTQ, Masjid Al Alam, jembatan  Teluk Kendari  bakal menjadi ikon baru di Sulawesi Tenggara khususnya di kota Kendari.

“Saya lihat jembatan ini menarik dari sisi arsitekturnya, mempercantik Kota Kendari, ini menjadi ikon baru dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kendari,” kata Joko Widodo saat meresmikan jembatan Teluk Kendari.

Menurut Joko Widodo, besarnya total anggaran dan waktu yang digunakan dalam proses pembangunan jembatan ini sebanding dengan manfaatnya.

“Jembatan ini dibangun selama lima tahun dari 2015 sampai 2020 dengan total biaya Rp804 miliar. Tapi saya yakin lamanya waktu pengerjaan dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun jembatan ini akan sebanding dengan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Jokowi.

Hadirnya jembatan yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan Kecamatan Poasia tersebut berpengaruh besar atas aktifitas masyarakat yang dibatasi alat transfortasi. Dengan dioperasikannya jembatan ini  mampu memangkas mengurangi waktu perjalanan secara signifikan.

Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan kapal dan memutari teluk dengan kisaran waktu antara 30 sampai 40 menit. Kini dapat ditempuh dalam waktu hanya kurang lebih 5 menit.

Baca Juga :  Kontraktor PT.Tassiajaya Abadi Diduga Tidak Mentaati Peraturan Yang Berlaku

Hal ini juga berdampak pada ekonomi warga  karena akan mengurangi biaya transportasi masyarakat di dua daerah yang dihubungkan jembatan itu.

“Kelancaran konektivitas dan akses ini akan membuat mobilitas barang, jasa, dan manusia akan menjadi semakin efisien. Dengan demikian, daya saing akan semakin meningkat sehingga Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari menjadi semakin menarik untuk pengembangan usaha-usaha baru,” ucap Jokowi.

Pengembangan Kawasan dan Usaha Baru

Jembatan Teluk Kendari akan terhubung dengan jalan nasional dan jalan lingkar luar Kota Kendari sepanjang 40 kilometer yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe. Sehingga akan mempermudah mobilitas kendaraan logistik dari kawasan pelabuhan baru di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari.

Presiden mengatakan, proyek infrastruktur yang dibangun haruslah dapat memberikan nilai tambah. Selain dapat mengintegrasikan kawasan-kawasan pertanian dan industri yang ada di wilayah setempat, Jembatan Teluk Kendari yang juga tampak menarik dari sisi arsitekturnya juga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kendari dengan lahirnya ikon baru di tempat mereka.

“Saya mendapat laporan bahwa kawasan di sekitar jembatan ini juga akan ditata dan dilengkapi dengan ruang terbuka publik seperti lapangan olahraga, area parkir, dan _street cinema_ sebagai bagian dari pengembangan kawasan Kota Lama. Saya yakin ini akan meningkatkan daya tarik dari Jembatan Teluk Kendari ini,” kata Presiden.(ADV)

Reporter: Marwan Toasa

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :