Example floating
Example floating
Headline

JASMERAH, Ayo Berkunjung ke Museum Sulawesi Tenggara

×

JASMERAH, Ayo Berkunjung ke Museum Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Kendari, Sultra. JASMERAH adalah sebuah akronim kalimat yang pernah diucapkan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Jangan Sekali – Kali Melupakan Sejarah (JASMERAH) itulah kalimat yang membuat kita semua untuk termotivasi mempelajari sejarah bangsa ini.

Salah satu tempat yang paling ideal untuk mempelajari sejarah adalah berkunjung ke Museum. Karena dengan mengunjungi Museum maka kita akan menemukan artefak – artefak yang merupakan warisan dari sejarah.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Di Sulawesi Tenggara (Sultra) ada Museum yang menyimpan berbagai macam informasi tentang Sultra. Informasi tersebut terkemas dalam berbagai macam barang – barang peninggalan sejarah yang terpajang rapi diruang pameran Museum Sulawesi Tenggara.

Beberapa ruang koleksi di Museum Sultra

faktual.net pada Selasa pagi, 17 September 2024 menyempatkan diri untuk berkeliling diruang pameran Museum Sultra diitemani oleh Kepala Seksi (Kasi) Museum yakni Daud Topa’a, S.Sos, Berbagai peninggalan dari masa lalu dapat ditemukan di Museum tersebut, mulai dari uang kertas kuno, koin – koin kuno, naskah – naskah kuno bahkan Anoa yang merupakan hewan endemik Sultra dapat kita temukan pada lemari pajangan Museum Sultra.

Pagi itu Museum Sultra tampak ramai dengan adanya kunjungan dari anak-anak sekolah dasar. Daud kepada media menjelaskan bahwa berkunjung ke Museum dikenakan tarif. Tarif tersebut akan masuk ke Kas Pemda Provinsi Sultra sebagai PAD.

Daud merinci besaran tarif yang harus dibayarkan oleh pengunjung sangat ringan, ini dikarenakan Museum merupakan bagian dari dunia pendidikan yang dinaungi oleh dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Sultra. Besaran tarif tersebut adalah Rp. 2.000 untuk TK dan SD, Rp. 3.000 untuk SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum, Rp. 5.000 untuk turis asing. Dalam sehari, 50 – 100 orang berkunjung ke Museum Sultra.

Baca Juga :  PMII Gelar Perayaan Harlah ke 66 

Daud menyebutkan bahwa saat ini Museum memiliki kendala kurangnya gedung atau ruang yang berfungsi sebagai tempat pemajangan barang – barang kuno. Hal tersebut menyebabkan sebagian barang akhirnya digudangkan.

“Masih banyak barang-barang bersejarah yang belum terpajang, sebagian masih kami simpan digudang sebab kami kekurangan gedung”, ucap Daud sapaan akrabnya.

Anoa Yang Telah Diawetkan Terpajang di Museum Sultra

Pria yang sedang menyelesaikan pendidikan Paska Sarjana di salah satu perguruan tinggi di Sultra ini menjelaskan bahwa Museum Sultra bisa berfungsi ganda, selain sebagai tempat belajar juga berfungsi sebagai tempat wisata.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Sultra untuk berkunjung ke Museum. Di museum kita bisa belajar tentang sejarah Sultra, selain itu di museum kita juga bisa berwisata atau kata lain Museum adalah tempat wisata pendidikan, sebab dengan melihat barang – barang antik, artefak – artefak kuno maka pikiran kita akan tenang, nyaman dan bahagia”, katanya.

Di 2025 Sultra akan memiliki gubernur baru, Daud berharap pemimpin baru Sultra punya misi untuk pengembangan Museum. Punya misi agar masyarakat Sultra termotivasi untuk berkunjung ke Museum. Masyarakat akan berkunjung ke Museum apabila sarana dan prasarana publik lengkap dan memadai, mulai dari kantin, kamar kecil, ruang tunggu, fasilitas untuk penyandang disabilitas dan banyak lagi.

“Dinegara-negara maju, Museum adalah tempat bagi warganya untuk belajar. Kami juga berharap di Sultra hal tersebut akan terwujud. Bukan hanya perpustakaan yang menjadi tempat untuk belajar, tetapi museum juga menjadi tempat untuk belajar”, pungkasnya.

Reporter : Aco RI

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit