Faktual.net,Gowa,Sulsel — 27 Maret 2027 Kondisi jalan poros provinsi di Batumassongko, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, kian memicu kemarahan warga. Kerusakan parah yang tak kunjung ditangani membuat jalur utama Bungaya–Malakaji itu disebut-sebut dianaktirikan oleh pemerintah.
Warga menegaskan, kondisi berbahaya di tanjakan Batumassongko bukan kejadian insidental, melainkan rutinitas harian yang terus berulang tanpa solusi.
“Setiap hari kami mengalami hal seperti ini. Sangat disayangkan, jalan ini sudah lama rusak parah tapi seperti dibiarkan. Kami ini seolah dianaktirikan,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Di lapangan, situasinya jauh dari kata aman. Jalan berlubang, permukaan terkelupas, dan tanjakan curam menjadi kombinasi mematikan bagi kendaraan, khususnya truk bermuatan berat. Insiden truk mundur di tanjakan bukan lagi peristiwa langka—melainkan ancaman yang mengintai setiap waktu.
Ironisnya, jalur ini merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Namun alih-alih mendapatkan perhatian prioritas, kondisi jalan justru terus memburuk dari waktu ke waktu.
Warga menilai pembiaran yang terjadi bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk nyata ketimpangan pembangunan di wilayah tersebut. Keluhan yang disampaikan berulang kali tak kunjung membuahkan tindakan konkret.
Kini, tekanan publik semakin menguat. Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dan menghentikan pembiaran yang telah berlangsung lama, sebelum jalan poros Batumassongko benar-benar memakan korban jiwa.
Jika situasi ini terus diabaikan, maka setiap kecelakaan yang terjadi ke depan bukan lagi musibah—melainkan akibat langsung dari ketidakpedulian yang dipelihara.
Reporter : Sattu















