Faktual.net, Gowa – Diduga dikerjakan asal-asalan dan buruknya material,belum sebulan di perbaiki jalan penghubung Kecamatan Bungaya, Bontolempangan dan Biringbulu. Ruas Rappodaeng-Lauwa. Tepatnya di Candia Kecamatan Bontolempangan kembali rusak parah.
Warga mengeluh karena karena kerusakan jalan tersebut baru di perbaiki Sebelum Pilkada serentak 2020 tepatnya kurang lebih 20 hari setelah di perbaiki sudah kembali rusak dan di prediksi jalan tersebut akan lebih parah kerusakannya dari pada sebelumnya, pasalnya jalan milik Pemkab Gowa tersebut dilintasi ratusan kendaraan khusunya Truk setiap harinya.
Berdasarkan pantauan, ruas jalan tersebut berlubang dan berlumpur hingga membentuk kubangan air. Selain bisa membahayakan para pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor, dinding saluran air pun terkelupas hingga hanya tersisa bebatuan dan lumpur yang mirip sawah yang baru di bajak.
Alfhy Zahrin Kader Linkar Sosial Bontolempangan kepada awak media mengatakan, sebelum jalan tersebut di perbaiki kami suah beberapa kali melaksanakan aksi baik itu di kantor pemda sendiri maupun di kantor DPRD Gowa.
“Sebelum diperbaiki (diaspal) ruas jalan ini kondisinya rusak parah.Giliran dapat perbaikan, belum satu bulan sudah rusak lagi. Padahal kalau mau sabar, pihak pemerintah Kabupaten tidak harus tergesa-gesa, dan harusnya menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan itu dengan kulitas rabat beton,” tutur Alfhy Zahrin dengan nada kecewa.
Alfhy Zahrin menuturkan, awalnya perbaikan jalan Kabupaaten itu diharapkan dapat melancarkan aktivitas masyarakat yang mayoritas sebagai petani.
“Sekarang, giliran dapat bantuan dari pemerintah dengan kulitas aspal hot mix, kita harus rela gigit jari, karena ini hanya bualan janji pemanis pilkada, saya menduga alasan jalan itu diperbaiki tanpa memikirkan kualitasnya hanya umtuk kepentingan pilkada serentah tahun 2020 yang lalu,”ungkapnya.
Padahal, setiap musim panen para petani selalu dihadapkan pada kondisi sulitnya mengangkut hasil panen. Karena, jalan rusak, bahkan sulit dilalui kendaraan roda dua sekalipun.
“Kerusakan jalan ini berdampak tidak berfungsinya saluran drainase karena rusak parah. Otomatis aliran air terhambat sehingga air masuk ke aspal karena tidak adanya saluran irigasi,” katanya.
Ia mendesak DPRD Kab. Gowa untuk menghadirkan penanggung jawab dan menjelaskan secara terbuka proses perbaikan jalan Trans Kecamatan (Candia).
”kami dari pemuda Desa Bontolempangan (LINGKAR SOSIAL BONTOLEMPANGAN) agar menghadirkan pihak pelaksana atau penanggung jawab kegiatan pengaspalan tersbut, karena baru beberapa sudah diperbaiki sudah rusak parah, bahkan lebih parah kerusakan dari pada sebelumnya,” tandasnya.
Alfhy Zahrin juga berharap agar perbaikan jalan Candia itu dapat di selesaikan dengan cepat dan baik sesuai kondisi geografis agar roda perekonomian Masyarakat Dataran tinggi berjalan Lancar.
“Kami berharapap agar jalan poros candia ini kembali di perbaiki dan kualitasnya juga di perhatikan agar aktivitas kami berjalan lancar, jangan hanya mendekati pesta demokrasi baru kami kembali di perhatikan,” harapnya.
Reporter : saenal Abidin
















