Faktual.net, Jakarta Utara, DKI Jakarta – Minggu (14/11/2021) pada Pukul 07.00 WIB bertempat di Pemancingan Marunda Jakarta Bekasi Fishing Community akan menyelenggarakan even memancing sebagai wadah menjalin silaturahmi dengan sesama pecinta pemancing ikan.

Triyanto yang lahir di Batang, Jawa Tengah, yang adalah seorang karyawan di PT Astra Honda Motor Plant Pegangsaan II itu menjadi komandan JBFC ini. Ia memang gemar memancing sejak remaja hingga sekarang giat itu ditekuni untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanannya.
JBFC pertama berdiri sebagaimana yang diungkapkan Tri, “JBFC sebenarnya didirikan dengan tetangga perumahan tempat saya tinggal. Dan ikan yang dipancing saat itu adalah ikan Mujair di tambak di daerah Poncol (Marunda),” ujarnya mengisahkan.
Dari undangan tersebut Tri bersama empat kawannya pergi memancing di tambak itu dan saat itu mereka memancing ikan Bandeng sampai 10 ekor dan ikan tersebut mereka bakar.
Dari giat memancing itu ternyata mereka ditawari memancing di bagian lain dari tambak pertama yang mereka pancing.
Maka tergeraklah Tri bersama kawan-kawan untuk memanggil kawan-kawan sekantornya untuk memancing di sana.
Mereka memborong ikan Bandeng di tambak tersebut demgan harga borongan senilai 5 juta ruoiah.
50 kawan-kawan Tri berhasil dikumpulkan dan dari sanalah kegiatan dan JBFC terbentuk dan semakin eksis hingga kini.
Tadinya 2 Februari 2019 dijadikan momen sebagai tanggal berdirinya JBFC yang sebelumnya bernama Bandeng Fishing Community. Tetapi karena jiwa kepemimpinan Tri, rekan-rekan lebih memilih JBFC ketimbang BFC. Dan 15 September 2020 dijadikan tonggak sejarah baru dengan nama baru dan di bawah kepimpinan Tri tanggal tersebut mereka sepakati Hari Lahir JBFC.
“Alhamdulilah JBFC hingga kini tetap eksis dan anggota berdatangan khusus dari wilayah Jakarta dan Bekasi,” ujarnya.
Base came JBFC ada di Perumahan Villa Mahkota, Pulogebang dan di Rorotan. Dan kegiatan kopi darat (kopdar) pun sering dilakukan untuk semakin mengukuhkan silaturahmi dan persaudaraan dengan kesamaan hobi memancing.
Tri mengungkapkan memang saat ini JBFC belum memiliki tambak sendiri karena belum menemukan orang yang tepat untuk mengelola tambak ikan.
Tidak ada syarat khusus menjadi member JBFC yang kini telah berjumlah 96 orang. Biasanya yang mau ikut karena sensasi tarikan ketika memancing ikan Bandeng.
Iuran yang ditetapkan di JBFC hanya sebesar Rp 5.000.- setiap mabar (mancing bareng). Banyak juga anggota yang memberikan donasi sebagai uang kas.
Dan luar biasa JBFC juga melaksanakan giat sosial seperti besuk anggota yang sakit atau dirawat di rumah sakit.
“Insya Allah tanggal 14 November 2021 Pukul 07.00 WIB di Marunda kembali diadakan mancing bareng,” undangnya.
Yang juga menarik dari JBFC adalah pada slogannya: “Indahnya Kebersamaan”. Jadi JBFC mengedepankan kekeluargaan dalam hobi memancing yang sama-sama mereka geluti.
Eh tapi ada satu lagi, jiwa kepemimpinan Tri bersama pengurus JBFC adalah jika ada anggota yang mendapat pancingan sedikit, maka mereka memberikan pendidikan atau pesan moral berbagi bagi yang berlebih mendapat hasil pancingan kepada kawan yang mendapat sedikit. Sungguh suri teladan yang patut kita tiru.
Jangan lupa sampai berjumpa di tambak Marunda di Minggu, 14 November 2021 bersama Jakarta Bekasi Fishing Community (JBFC).
Reporter: Johan Sopaheluwakan













