Investor Bruney Bakal Bangun Bandara Internasional Di Kecamatan Oba Tengah

60

Faktual. Net, Tidore – Setelah melakukan kerjasama dengan Investor asal bruney dalam rangka pengembangan Kota Tidore Kepulauan dari sejumlah aspek pada berapa pekan lalu.

Staf Ahli Walikota bidang Kemasyarakatan dan pengembangan SDM Asrul Sani Soleman mengaku bahwa dalam waktu dekat pihak Investor asal Bruney itu akan kembali ke Tidore untuk memastikan lokasi yang mau dikembangkan.

Dimana menurut dia, lokasi yang akan dikunjungi oleh Investor tersebut diantaranya Kelurahan Akelamo dan Desa Loleo Kecamatan Oba Tengah untuk pembangunan Bandara Internasional serta pembukaan pabrik plastik, Kelurahan Ome Kecamatan Tidore Selatan untuk pembanguna Rumah Sakit Islam, Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur untuk pembangunan Universitas Imam Al Gajali yang orientasinya bisa memproduksikan mahasiswa yang benar-benar mendalami soal islam.

Baca Juga :  Pemkab Konsel Siapkan Bantuan Hukum Gratis Untuk Warga Kurang Mampu

“Yang datang ini tim tekhnisnya, mereka akan buat analisa dan desaign engineringnya untuk ditindaklanjuti, jadi kerjasama ini total anggarannya senilai Rp.28 trilyun,” ujarnyan saat ditemui Faktual.Net di ruang kerjanya pada Rabu, 17/10/2018.

Lebih lanjut, Asrul mengatakan bahwa pihaknya menetapkan Kecamatan Oba Tengah tepatnya di Desa Loleo dan Akelamo sebagai lokasi pembangunan bandara internasional dikarenakan lokasi tersebut tidak bersinggungan dengan lempengan tektonik, sehingga dipastikan jauh dari terpaan bencana berupa gempa.

“Mereka juga akan melakukan kilang minyak dari bruney langsung ke tidore setelah itu dijual ke masyarakat, untuk itu tempatnya juga akan dianalisa, namun yang saya tertarik dari kerjasama ini adalah pabrik plastik yang bahan bakunya dari sagu tumang yang biasa digunakan masyarakat sebagai makanan pupeda,” tambahnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

Sementara terkait dengan pembebasan lahan, kata Asrul akan dibiayai secara langsung oleh investor bruney dengan memaksimalkan anggaran yang terinklut didalamnya sebesar Rp. 28 Trilyun itu. “Sistem kerjasama ini akan dikontrak, jadi mereka kelola selama batas waktu yang ditentukan, setelah itu dikembalikan ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :