Faktual.Net, Bombana, sultra. Kabupaten Bombana dijadikan lokasi program percontohan budidaya udang Vanamei bersama Demo Crop Indo Nilkaz, dengan luas lahan satu hektare. Budidaya tersebut ditarget bisa menaikkan hasil panen petani.
Budidaya udang Vanamei bersama Demo Crop Indo Nilkaz dilakukan di Desa Teppoe Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Program percontohan dari Science Laboratory MS, dibawah Licensi INDO NILKAZ tersebut memberikan contoh dengan hasil panen udang vanamei yang meningkat, (8/5/2019).
Menurut Abd. Rachman, Ketua Pemuda Tani HKTI Bombana mengungkapkan “program percontohan dari INDO NILKAZ, dapat menghasilkan panen 1.2 ton/Ha, dengan masa panen 60 Hari (terhitung check in sampai check out). Hal ini sudah terbukti pada pasca panen minggu ini di Tambak saya”.
“Pada saat panen udang vanamei milik saya, dihargai dengan 33.000/Kg, Hasilnya 1.465 Kg /Ha, dikeluarkan Pemakaian pakan,benur dan Produk Riset dari Indo Nilkaz sekitar 22 jutaan, dan Alhamdulillah Keuntungan yg saya dapatkan sekitar 26 jutaan, sebelumnya hanya bisa sampai 5- 7 jutaan keuntungan maksimal, Namun dengan adanya Program Demo Crop oleh INDO NILKAZ, kami dapatkan keuntungan yang lebih besar”, Tambahnya.
Ketua Pemuda Tani HKTI Bombana juga mengungkapkan “agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi mendukung Riset yang Di terapkan oleh INDO NILKAZ,agar para kelompok Tani pembudidaya udang vanamei dapat lebih meningkatkan hasil panen dan keuntunganx lebih besar agar betul2 Hasilnya Optimal menuju Sulawesi Tenggara yang sejahtera Dan Aman”.
Bersama Pemuda Tani HKTI dan INDO NILKAZ terus berusaha untuk membantu para petani yang ingin maju dan sejahtera. Kita akan terus mengawal program pemerintah agar mampu memberikan yang lebih Baik dan kontribusi kami sebagai Pemuda yang Semangat terus berkarya Di bidang Pertanian, Perkebunan, kelautan dan perikanan.
Bravo Pemuda Tani HKTI Sultra.
Reporter: Asrun Awey Ali














