oleh

IMM Komisariat Fisip UHO: Menjaga Solidaritas dan Mempertahankan Eksistensi Dalam Ikatan

-Berita, Opini-70 views
📷Ketgam: Solidaritas IMM Se-UHO 2019.

Oleh: Kariadi, Ketua Umum IMM Komisariat Fisip UHO

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Historis perjalanan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lintas Universitas Halu Oleo (UHO), yang sebelumnya pernah jaya pada masanya dan mati selama bertahun-tahun, hingga berdiri kembali dengan cita-cita semangat fastabiqul khairat untuk melebarkan sayap dan ideologi surgawi yang mencerahkan umat di kampus hijau.

Lahirnya 4 Komisariat (FKIP, FHIB, FISIP dan TEKNIK) cukup meliliki jumlah notabene kaderisasi dari tahun ke tahun sebagai generasi penerus dan seiring waktu berjalan IMM UHO belakangan ini dengan adanya kelas-kelas sosial baru, yang bermanuver dengan dalih silahturahim, belajar, ya ! tidak masalah selama itu kebaikan untuk diri sendiri dan tidak lupa kembali ke rumah ketika kehilangan arah.

Tentu hal itu, perlu ditepis dengan merawat kembali kekompakan, saling mendukung sebagai bentuk kesolidtan dan kesatuan dalam gerakan untuk satu pemikiran dalam membesar ikatan dengan melalui beragam cara dan tersistematis.

Bentuk solidaritas kader-kader IMM sebagai bentuk memperlihatkan bahwa IMM UHO hari ini masih eksis dan patut diperhitungkan untuk mengawal pergerakan kepemudaan dan kemahasiswaan saat ini.

Untuk saat ini tetap menjaga silaturahim ini kepada senior alumni IMM UHO, untuk saling berbagi pengalaman, agar harmonisasi antara junior dan senior tetap terjaga. Yang paling penting kepemimpinan dalam gerakan Fastabiqul Khairat dan fokus membesar IMM UHO mulai dari Internal komisariat-komisariat masing-masing dan bersatu padu yang tak condong ke kiri dan ke kanan tetap konsisten dan komitmen dalam pendirian.

Baca Juga :  Komunitas Pintu Literasi Sukses Melaksanakan Bazar dan Dialog Silaturahmi Dengan Pemuda Dataran Tinggi Gowa

Membangun gerakan solidaritas bukan hal yang mudah seperti membolak balikan telapak tangan yang sudah terbangun saat sampai saat. proses generasi atau kaderisasi tetap dijaga agar IMM UHO maju dan kembali pada kejayaanya pada masa itu yang pernah menorehkan sejarah besar, inilah kemudian yang harus menjadi cerminan generasi saat ini. Sebab kaderisasi tumbuh liar tanpa perawatan adalah sebuah musiba dan kecelakaan terbesar yang akan mengalami degradasi dan menjadi cacat kelam di kemudian hari.

Berangkat dari hal Itu, tanggung jawab besar kepada ikatan, untuk melaksanakan kegiatan dan melahirkan inovasi dan kreatifitas kader terbaiknya IMM UHO dan membuat gerakan-gerakan produktif yang di bangun atas kekompakan, dan solidaritas dalam mewujudkan tugas suci yang mulia kegiatan apapun itu, budaya seperti itulah yang harus ditanaman dalam ikatan.

Baca Juga :  26 Unit Kendaraan Terjaring Razia di Depan Mapolres Serang Kota

Karena memang nafas perjuangan gerakan intelektualitas kader sangat penting dalam organisasi, apalagi di IMM harus menjadi kiblat untuk merawat perjuangan Fastabiqul Khaerat. Mimpi yang besar adalah wujud dari kesetiaan merawat organisasi dan berkontribusi untuk memajukan dengan sebuah gerakan sebagai wujud perubahan.

Jika tak mampu berkontribusi di IMM UHO, cobalah meluangkan tenaga, minimal tidak berikan pikiran dan waktu, jika tak mampu di antara ketiganya itu lebih pulang ganti baju dengan kain kafan, IMM hanyalah benda mati yang menghidupkan dan menggerakkan adalah kader-kadernya sebagaimana sudah berikar dalam sumpah pembayatan jenjang perkaderan DAD dengan semangat dedikasi. Sekali IMM Tetap IMM sebab mundur adalah tanda penghianatan.

Gerakan religiusitas, intelektualitas dan humanitas maupun yang sifatnya keorgnisasian harus dimaksimalkan. Namun disinilah teman-teman diuji selaku pimpinan untuk tetap merapatkan barisan dan selalu tegak menghadapi tantangan saat ini. Sekali lagi proses kaderisasi, kekompakandan  harmonisasi sangat penting untuk tetap menjayakan IMM UHO.

Fastabiqul Khairat.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :