Heboh, Masyarakat Malakaji dilarang Buang Sampah, berikut tanggapan lurah malakaji dan kabid DLH

582

FAKTUAL.NET.MALAKAJI.GOWA_ Tempat penampungan sampah untuk kelurahan malakaji,kecamatan tompobulu, Kabupaten Gowa sepertinya hanya Untuk Pajangan saja, pasalnya sampah-sampah masyarakat setempat dilarang dibuang di tempat pembuangan sampah atau penampungan yang telah disiapkan oleh dinas lingkungan hidup untuk masyarakat kelurahan malakaji.18/01/2020</span;>

yang lebih menghebohkan lagi karena bapak lurah malakaji yang langsung melarang warganya untuk membuang sampah di bak penampungan, dengan adanya larangan bapak lurah malakaji membuat sebagian masyarakat kelurahan malakaji Curhat di sosial media Facebok.

salah akun sosial Facebook dalam cuitannya mengatakan. “Sebenarnya masyarakat sudah agak terbantu dengan adanya kendaraan sampah sampai bak penampungan sementara yang ada di kelurahan, cuma persoalannya pemerintah setempat melarang sampah di buang ke tempat penampungan sementara
Harusnya pemerintah ( kelurahan ) memberi solusi dan jalin kerjasama dengan instansi terkait, supaya tidak ada kesan pembiaran.

Sayang kegiatan itu belum pernah ada, hanya sebatas musrembang kecamatan, harusnya pemerintah setempat juga harus peka, intinya bagaimana masyarakat mau bergerak kalau tidak ada yang menggerakkan.
“.ucapnya di facebook

Ia juga menambahkan. ‘takutnya jadi salah, tapi setelah saya koordinasi langsung ke pak kahar selaku lurah malakaji, ternyata jawaban yang tidak rasional tidak ada solusinya karena melarang tanpa memberi alternatif dan alasan,
kenapa bak sampah Tersebut di larang di pergunakan”. Ucap salah satu akun facebok @Rb

Baca Juga :  Ada Apa Tokoh Pemuda Desa Rappolemba Kunjungi Kantor Polsek Tompobulu Polres Gowa

Salah satu akun facebook @muh hatta sewang mengatakan. “erangi antama ri pekaranganna kantoro lurayya punna tena napabbiyangi nipammelakki bak sampayya”. (Bawa masuk ke pengarangan kantor lurah itu sampah kalau bak sampah dilarang untuk tempatu buang sampah.

Akun @Rb menambahkan. “Saya barusan koordinasi dengan kepala dinas lingkungan hidup ternyata tidak ada pelarangan seperti itu, kami juga menghargai sikap pemerintah tapi jelaskan apa alasannya, persoalannya sampah itu sudah hampir sebulan tapi tidak ada tindakan responsif dari pemerintah seandainya bukan di area pasar saya tidak akan angkat bicara karena kesannya itu di anggap sampah pasar”. Ucap akun facebok @Rb

Sementara itu Lurah malakaji Kaharuddin Saat di komfirmasi media Faktual.net melalui WhatsApp mengatakan. “Tidak dilarangji dinda cuman untuk semtara kita cari dulu TPAX,  Ada tanah pemda dinda di daulu jadi saya arahkan warga krlurahan malakaji untuk dibawa kesana.

Baca Juga :  Menyelesaikan Problem Solving Warga Binaannya Ini Yang Di lakukan Bhabinkamtibmas Jonjo Polres Gowa

Untuk penyampaian langsung kewarga belum ada untuk saat ini, nanti musrenbang Tingkat Kecamatan baru disampaikan, tapi kalau ada tanah atau lokasi yang lebih memungkinkan, mungkin kita arahkan kesana saja untuk di jadikan TPA, Ia juga mengarahkan awak media untuk komfirmasi ke dinas terkait yaitu dinas lingkungan hidup”.Ucap lurah malakaji

Sementara itu di tempat terpisah kepala bidan dinas lingkungan hidup kabupaten gowa saat di komfirmasi melalui sambungan telefon mengatakan.”saya baru tahu juga itu kalau ada kontainer di kelurahan malakaji kecamatan tompobulu, untuk saat ini belum ada laporan resmi dari pihak kecamatan maupun kelurahan bahwasanya ada tempat pembuangan sampah atau kontainer.

jadi saat ini kami Dinas lingkungan hidup belum menerima surat secara tertulis jadi itu masih wewenang pihak pemerintah setempat atau kelurahan, kalau sudah terjadi seperti ini kan harusnya jauh-jauh hari sebelumnya ada komunikasi”.ucapnya

REDAKSI SULSEL : SAENAL ABIDIN

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :