Hebatkan Wisata, Pemkab Bekasi Bina 23 Pokdarwis

22

Faktual.Net, Bekasi, Jabar. Untuk membangun pariwisata yang hebat di Kabupaten Bekasi, Pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata mengadakan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia dan professional kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Hotel Sabda Alam Garut pada Kamis, 18/7/2019.

Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Murdi Mudrika terhadap 77 peserta dari 23 Pokdarwis Kabupaten Bekasi yang hadir.

Mudrika berharap peserta dapat mengambil manfaat dari kegiatan pembinaan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut. “Silahkan amati, tiru dan modifikasi di area wisata masing-masing” harapnya.

Trainer kepariwisataan Provinsi Jawa Barat, Irno Sukarno Putra mengatakan bahwa pengembangan pariwisata harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat baik sebagai subjek atau pelaku maupun penerima manfaat pengembangan karena dukungan masyarakat juga dapat menentukan keberhasilan jangka panjang kepariwisataan Kabupaten Bekasi.

“Kabupaten Bekasi memiliki cukup banyak potensi wisata yang bernilai jual, mulai dari wisata alam sampai dengan wisata budaya yang telah diwariskan sebelumnya. Untuk itu menjadi kewajiban bersama dalam menjaga dan melestarikan potensi tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Proklamasi BPP Kendari Adakan Kompetisi 5-S

Disebutkan, dalam pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Masyarakat sebagai salah satu unsur penting pemangku kepentingan harus bersinergi dengan pemerintah dan kalangan usaha atau swasta dalam melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan.

“Dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat tentang arti penting pengembangan kepariwisataan. Masyarakat yang sadar wisata akan memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam sapta pesona,” katanya.

Peserta Kegiatan

Pemerintah, sebutnya mempunyai tugas dan kewenangan menjalankan peran dan fungsinya sebagai fasilitator. Adapun kalangan swasta, dengan sumber daya, modal dan jejaring yang dimilikinya menjalankan peran dan fungsi sebagai pengembang dan pelaksana pembangunan kegiatan kepariwisataan. Sedangkan masyarakat berperan sebagai tuan rumah dan sekaligus memiliki peran penting sebagai pelaku pengembang pariwisata.

“Masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki, baik berupa adat, tradisi dan budaya serta kapasitasnya sebagai tuan rumah, memiliki kesempatan sebagai pelaku pengembangan kepariwisataan sesuai kemampuan yang dimilikinya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pokdarwis Hegarmukti Lestari, Doni Ardon menyambut baik adanya pembinaan yang dilaksanakan pemerintah terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Bekasi. Terlebih pihaknya sejak awal 2019 berkonsentrasi mengembangkan potensi wisata Situ Rawabinong di Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Mastri Susilo "Sultra Harus Merdeka Dari Mal Administrasi"

“Selama lebih 1 abad, destinasi wisata di tempat kami belum ada pengembangan, kondisinya masih sama, hanya terbatas pada pemanfaatan Situ Rawabinong sebagai tempat pemancingan,” ungkapnya.

“Kami telah merancang konsep desain wisata Situ Rawabinong, di dalamnya terdapat komponen-komponen kepariwisataan, baik wisata air, wisata seni dan budaya, wisata kuliner, panggung hiburan, foodcourt, jogging track, climbing, flying fox, outbound dan kawsan perparkiran,” ungkapnya.

Keberadaan markas Batalyon D Brimob Cikarang, lanjut Doni Ardon juga memiliki sisi kepariwisataan yang menarik dan tengah dikerjasamakan agar memberikan kontribusi wisata yang bernilai jual.

“Kita sering melihat adanya anak-anak TK berseragam polisi tengah dilatih anggota Brimob yang ramah dan sabar, dan kegiatan kemiliteran seperti latihan SAR, baris berbaris dan sejenisnya, sangat memberi daya tarik kepariwisataan,” ucapnya.


Red/Aco RI

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :