Faktual.Net, Batang, Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah di Aula Bupati Batang, Selasa (10/2/2026).
Forum ini menjadi tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sekaligus menyelaraskan arah pembangunan di tengah tantangan fiskal.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih, menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan memastikan perencanaan pembangunan berjalan terintegrasi, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Sebelumnya, rangkaian Musrenbang RKPD tingkat kecamatan telah dilaksanakan pada 26 Januari hingga 2 Februari 2026. Berbagai aspirasi dan usulan masyarakat telah dihimpun sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya, forum lintas perangkat daerah menjadi momentum penting untuk menajamkan dan menyinkronkan berbagai usulan agar dapat diakomodasi sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Sri mengungkapkan, pada 2026 Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat mengalami penurunan signifikan secara nasional. Kabupaten Batang terdampak pengurangan sekitar Rp256 miliar.
“Kondisi ini menuntut daerah semakin mandiri dalam menggali sumber pendapatan. Meski TKDD turun Rp256 miliar, Batang masih memiliki kekuatan di sektor industri. Saat ini ada dua kawasan industri yang sudah operasional dan satu lagi dalam proses perizinan. Jika seluruhnya berjalan, tiga kawasan ini berpotensi besar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.
Selain industri, Pemkab Batang menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan pariwisata. Tema tersebut mencerminkan komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Batang dinilai memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari pegunungan, pantai, wisata budaya, hingga desa wisata yang terus berkembang. Pengembangan pariwisata akan dilakukan secara terpadu agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Harapannya sektor pariwisata mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025, yang memiliki tiga fokus pengembangan, yakni industri dan pengolahan, transportasi dan logistik, serta pariwisata.
Dengan berbagai peluang tersebut, masyarakat diharapkan mampu menangkap potensi usaha yang muncul, mulai dari sektor hunian, kuliner, hingga jasa pendukung wisata.
“Peluang usaha sangat terbuka, seperti kos-kosan, rumah makan, maupun layanan penunjang lainnya. Ini kesempatan bagi masyarakat lokal untuk ikut tumbuh bersama,” pungkasnya.
Melalui forum ini, Pemkab Batang berharap perencanaan pembangunan 2027 semakin sinkron antarperangkat daerah, serta selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.













