Forum PUSPA Gelar Pelatihan Paralegal di Konawe

60

Faktual.Net, Konawe, Sultra. Mengantisipasi maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sering terjadi di tengah masyarakat, forum PUSPA menggelar pelatihan paralegal bagi masyarakat dari berbagai unsur di kabupaten Konawe, selama tiga hari, pada tanggal 12-14 Desember 2018, bertempat di Aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Konawe.

PUSPA adalah partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak, yang dirancang sejak tahun 2016 oleh deputi partisipasi publik kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Program PUSPA mencetuskan tiga tujuan unggulan yakni pertama mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua mengakhiri tindak perdagangan orang, ketiga mengakhiri kesenjangan ekonomi, program ini dikenal dengan Three Ends.

Pelatihan paralegal yang dilaksanakan forum PUSPA difasilitasi oleh konsultan sosial dan community development, Emmy Astuty. Menurutnya pelatihan paralegal bagi masyarakat penting, guna mengantisipasi tidak tertanganinya kasus kekerasan pada perempuan dan anak secara utuh sesuai jalur prosedur hukum yang semestinya. “Masyarakat masih minim pengetahuan jika ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mau dibawa kemana dan bagaimana menanganinya, dengan pelatihan ini diharapkan mereka lebih paham akan melakukan tindakan apa jika menemukan kasus tersebut,” ungkap mantan sekretaris wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sultra ini.

Baca Juga :  Pemkab Konsel Siapkan Bantuan Hukum Gratis Untuk Warga Kurang Mampu

Ketua Forum PUSPA Hasmida Karim, menambahkan bahwa salah satu tujuan kegiatan forum PUSPA adalah mendukung program three ends pada program pertama yaitu akhiri kekerasan, sehingga pelatihan ini terlaksana. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas paralegal dalam pendampingan dan advokasi kasus perempuan korban kekerasan, meningkatkan pemahaman peserta tentang hukum dan hak-hak perempuan, membangun sensitivitas dan perspektif keberpihakan terhadap perempuan korban kekerasan, serta menyusun rencana pendampingan dan advokasi kasus kekerasan terhadap perempuan,” jelas Hasmida Karim yang juga direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Perempuan (Alpen) Sultra, sambil menambahkan bahwa dibutuhkan partisipasi publik untuk mendukung program three ends melalui pelatihan paralegal.

Baca Juga :  Ada Apa? Sekumpulan orang Tua Semangat Ikuti Syiar Islam Di Bontolempangan

Narasumber lainnya yaitu kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kabupaten Konawe, Cici Ita Ristianty SE ME, yang mengangkat kondisi kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkup kerja dan masyarakat Konawe. Selain itu melibatkan unsur praktisi hukum Nurleli Sihotang, mengulas tehnis upaya hukum dalam penanganan kasus kekerasan.

Peserta pelatihan sebanyak tigapuluh orang, berasal dari berbagai unsur diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, Pusat Pelayanan Terpadu Pendampingan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Konawe, mahasiswa fakultas hukum Universitas Lakidende, PKK tingkat kecamatan, kepala desa serta camat.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :