oleh

Formature: Permohonan SK IMM Cabang Baubau Dinilai Cacat Prosedural

-Berita, Daerah-279 views
Ketgam: La Ode Suwardin (Kiri) dan Awal Ramadhan (Kanan), formature tepilih Musycab XI PC IMM Baubau.

Faktual.Net, Baubau Sultra – Berakhirnya Musyawarah Cabang (Musycab) IX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Baubau, kini menuai polemik soal permohonan SK yang dinilai cacat prosedural.

Diketahui Musycab IMM tersebut, diikuti oleh 8 Komisariat se-Kota Baubau, yang menghasilkan keputusan, Hendra sebagai ketua umum terpilih dan tiga anggota formature terpilih yakni Awal Ramadhan, Wa Ode Asty, dan La Ode Suwardin.

Permohonan SK Cabang IMM Baubau periode 2022-2023 yang diusulkan oleh ketua umum bertandatangan Asty sebagai sekretaris umum adalah tindakan menyalahi AD/ART IMM Pasal 20. Hal ini diungkap oleh La Ode Suwardin (Formature Terpilih).

“Pasal 20 telah dijelaskan bahwa penyusunan komposisi pengurus itu, haruslah melibatkan formature terpilih untuk dibahas bersama,” ucap dalam pers rilis Senin, (03/10).

“Kami telah menghadiri rapat formature yang mengundang ketua umum, saat itu rapat ditunda karna salah satu formature juga tidak sempat hadir,” sambungnya.

Di hari selanjutnya, masi kata dia, bertempat di GDM Baubau kembali memenuhi undangan rapat formature, dan sampai selesai rapat. Pembahasan mentok pada tarik ulur posisi sekretaris umum saja.

“Pembahasan mentok pada tarik ulur posisi sekretaris umum kerena posisi voting sama dan belum ada pembahasan bidang-bidang lainnya,” ungkap La Ode Suwardin.

Ia sangat sesalkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan itu, karna setelah rapat tanpa kesimpulan, ketua umum memasukan permohonan rekomendasi SK ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Baubau dan meneruskan permohanan SK ke DPD IMM Sultra tanpa melibatkan formature.

“Sependek pengetahuan berikatan saya, harusnya yang melakukan permohonan SK Cabang hasil Musycab ke DPD IMM Sultra adalah masih kewenangan Ketua Umum PC IMM Baubau periode 2021-2022 dalam hal ini Ilham,” tegasnya.

Sementara itu, Awal Ramadhan (Formature terpilih) juga turut memberikan komentar, yabg lebih ironisnya entah inspirasi dari mana atau mau dibuat seperti apa ini Ikatan, komposisi diisi oleh Mayoritas alumni DAD.

“Padahal menurut aturan di IMM, harusnya pengurus cabang itu adalah alumni DAM, istilah (karna keadaan) itu harusnya berlaku kalau kader IMM Baubau itu alumni DAD semua,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sikap seperti ini sangat bertentangan dengan pedoman Ikatan dan bukan budaya yang baik, jangan samakan dengan partai politik lah.

“Maka kami meminta kepada kakanda ketua Umum DPD IMM Sultra untuk tidak melegitamasi permohonan yang dimaksud. Kami juga berharap ke DPD IMM Sultra agar di kembalikan ke cabang untuk perbaikan karna tahapannya cacat prosedural dan ugal-ugalan,” harapnya.

Sebelumnya, Musycab IMM Baubau dilaksanakan pada tanggal 21-22 Agustus 2022 di Aula UMB.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :