Faktual.net – Jepara, Jawa Tengah – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengadakan Sosialisasi Kelembagaan dan Organisasi Pengawas Pemilu Bagi Stakeholder Bawaslu, yang dilakukan untuk warga masyarakat di lingkungan Gereja GITJ Puring, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Acara ini merupakan rangkaian dari Festival Bondo, hari pertama, Rabu (8/11/2023).
“Materi Terkait Kepengawasan. Keberhasilan Pemilu tidak terlepas dri masyarakat, bukan hanya penyelenggara saja yang menjadi tolok ukur. Maka sosialisasi ini digencarkan,” kata Ali Purnomo M.Pd, Ketua Bawaslu Jepara, saat membuka sosialisasi.
Pendeta Suyitno Basuki yang menjadi salahsatu pembicara mengungkapkan perlunya dewasa dalam berpolitik. Pengalaman saat dirinya muda, berpandangan bahwa politik aneh karena beberapa contoh yang ada. “Padahal sekolah politik itu adalah untuk menyelenggarakan pemerintahan negara yang lebih baik. Namun stigma mengenai buruknya politik, yang membuat masyarakat menganggap politik buruk,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan satu poin penting, bahwa semua hajat hidup masyarakat, dipengaruhi oleh Politik. “Untuk itu tentukanlah, pilihlah orang-orang, pemimpin yang sekiranya bisa membawa kebaikan pada kehidupan.”
Para pembicara dalam sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan warga ini adalah Miatiko Ghea S.H (Pegiat hukum), Richard Pangkey (akademisi), Pendeta Suyitno Basuki, Wenly Lolong (Tenaga Asli Bawaslu), Turtiyantoro (Tokoh Masyarakat).
Hari pertama gelaran Festival Bondo, selain Sosialisasi Bawaslu, juga diadakan Ibadah Pembukaan di GITJ Margokerto, dilanjutkan Pemeriksaan Kesehatan & Mata, hingga USG (untuk yang hamil), pemeriksaan kanker payudara & serviks, juga dilaksanakan Camp Jurnalistik di GITJ NgelakMulyo. (Red/JS/Daniel Tanamal)
















