Faktual. Net, Tidore – Setelah melalui sebuah proses yang begitu panjang mulai dari Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Maluku Utara pada bulan Juli 2018 lalu, hingga memasuki Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 17 Oktober 2018 kemarin.
Kandidat yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Propinsi Maluku Utara, yakni KH. Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali alias AGK YA ahirnya keluar sebagai pemenang.
Keberhasilan AGK YA ini tentu merupakan sebuah kesuksesan bagi Muhammad Sinen selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Propinsi Maluku Utara yang juga merupakan koordinator umum tim pemenang AGK YA, dalam kontestasi politik kali ini. Keberhasilan itu juga tidak terlepas dari dukungan para Tim Sukses, simpatisan beserta Rakyat Maluku Utara itu sendiri, sehingga AGK YA dapat dipercayakan untuk memimpin Maluku Utara periode 2018-2023.
“Kemenangan ini adalah kemenangan Rakyat, untuk itu saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak di Maluku Utara yang telah membantu kami memenangkan AGK YA, terkhusus buat masyarakat di empat kabupaten yang melakukan PSU yakni kepulauan Sula, Taliabu, Halbar dan Halut, mudah-mudahan pada Peridoe AGK yang ke dua ini, bersama dengan Al Yasin Ali sebagai Wakil Gubernur bisa menjawab apa saja yang menjadi harapan masyarakat di Maluku Utara,” ungkapnya saat ditemui Faktual.Net di posko pemenang AGK YA yang berpusat di Kelurahan Tomagoba Kecamatan Tidore Kota Tikep pada Kamis, 18/10/2018.
Untuk itu, lelaki yang dijuluki Sang Petarung Dari Utara itu berharap, kedepannya pada masa kepemimpinan AGK YA, semoga dapat membawa Maluku Utara menjadi lebih baik dan bisa bersaing dengan Propinsi-Propinsi lainnya yang berada di luar Maluku Utara.
“Berahirnya PSU yang berlangsung pada 17 oktober kemarin, maka semua perbedaan itu juga ikut selesai, tidak ada lagi nomor 1, 2, 3 dan 4. Yang ada hanyalah Gubernur Dan Wakil Gubernur terpilih, yakni AGK YA sebagai pemimpin Maluku Utara. untuk itu kita sudahi semua perbedaan dan mari kita rajut kebersamaan serta persahabatan demi persatuan dan kemajuan Maluku Utara yang lebih baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Erik sapaan akrab Muhammad Sinen itu juga ikut merincikan terkait dengan kemenangan AGK Ya, dia mengaku bahwa hasil Form c1 yang dikantongi pihaknya, AGK YA unggul dari rivalnya yakni Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM Rivai) dengan jumlah suara sebanyak 1.352.
Keunggulan suara itu diperoleh dari sisa suara yang dimiliki AGK YA pada pilgub pertama sebanyak 4.149 kemudian diakumulasikan dengan perolehan suara pada PSU sebanyak 9.309 sehingga totalnya menjadi 13.458. Sementara AHM Rivai pada PSU total suaranya hanya sebanyak 12.106 suara.
“Kapan saja mau pleno KPU itu merupakan kewenangan mereka, tapi hasil ini sudah tidak bisa diotak atik, karena sudah diketahui oleh semua masyarakat diwilayah yang melakukan PSU, untuk itu saya himbau kepada masyarakat terutama bagi tim sukses agar tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertangungjawab, sehingga dengan begitu kita bersama-sama dapat menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku Utara,” tambahnya.
















