Duta Museum Samudera Pasai Tidak Perlu, Manfaatkan Saja Media Digital Era 4.0

22

Faktual.Net, Aceh Utara, Aceh. Ketua departemen pendidikan dan kaderisasi Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara Mukhrizal menilai rencana pembentukan Duta Museum Samudera Pasai yang saat ini tengah dilakukan rekrutmen pendaftaran itu tidak perlu. Hal tersebut disampaikan pada Sabtu, 10/8/2019.

Menurutnya, penggunaan duta Museum Kerajaan Islam Samudera Pasai yang nantinya akan mempromosikan museum kepada masyarakat yang di fasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara kurang tepat.

“Kita sangat mendukung terhadap rencana pemerintah memperkenalkan museum Samudera Pasai kepada masyarakat lokal maupun mancanegara yang kemudian bisa mendatangkan para wisatawan berkunjung ke museum yang menyajikan dan melestarikan warisan budaya masyarakat pasai pada masa lampau, namun dalam hal ini Dinas PK Aceh Utara bisa memanfaatkan perkembangan media digital diera 4.0 yang mana ruang dan waktu tidak ada batasan lagi tanpa harus menggunakan pihak ketiga dalam hal ini Duta Museum”, jelas Mukhrizal.

Baca Juga :  Pemkot Tikep Kembali Raih Penghargaan Dari Kemenkumham

Lanjut Mukhrizal, “lebih setujunya lagi, jika Dinas PK Aceh Utara yang langsung mengkampanyekan warisan peninggalan kerajaan Samudera Pasai baik dengan cara bertatap muka dengan unsur masyarakat maupun dengan memanfaatkan sosial media sehingga anggaran yang bersumber dari APBK Aceh Utara bisa digunakan untuk hal  urgen yang dihadapi oleh masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran dan lain-lain, dari pada membentuk duta museum”, imbuhnya.

Baca Juga :  LPSD-Jakarta Dinahkodai Ketum Baru, Dewan Penasehat: Kami Siap Suport

“Dengan dibentuknya Duta Museum juga banyak anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai dari biaya rekrutmen, seleksi dan seterusnya, jika nanti tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal hanya jadi penerima tamu kehormatan saja, ini sangat kita sayangkan karena yang kita inginkan adalah untuk menarik pengunjung wisatawan lokal maupun luar daerah sehingga Museum Samudera Pasai ini bermanfaat dan mampu menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)”, tutup Mukhrizal.

Reporter : Ichsan Nanda

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :