Example floating
Example floating
BeritaHeadline

Bupati Gowa Bungkam, Dua Sopir Dipecat Saat Isu Skandal Asmara Beredar

×

Bupati Gowa Bungkam, Dua Sopir Dipecat Saat Isu Skandal Asmara Beredar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Polemik di lingkungan Rumah Jabatan Bupati Gowa semakin memanas setelah dua sopir yang selama ini berada di lingkaran Husniah Talenrang dilaporkan diberhentikan secara mendadak.

Hingga kini, Bupati Gowa, Siti Husniah Talenrang, belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan pemecatan tersebut.
Dua sopir yang diberhentikan diketahui bernama Fajar, sopir Walpri (pengawal pribadi), serta Wahyu, yang disebut sebagai sopir pribadi Bupati Gowa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Fajar diberhentikan pada Minggu malam usai buka puasa, sementara Wahyu diberhentikan pada siang hari di hari yang sama.

Yang membuat isu ini semakin menarik perhatian publik adalah fakta bahwa salah satunya sempat dirumahkan karena adanya isu perselingkuhan, lalu dipanggil kembali bekerja. Namun belum lama kembali bertugas, keduanya kembali diberhentikan tanpa penjelasan resmi.

Seorang sumber internal dari kalangan ASN Pemerintah Kabupaten Gowa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pemberhentian tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran informasi mengenai aktivitas pribadi Bupati yang selama ini kerap sampai ke publik.

Menurut sumber tersebut, pihak internal khawatir sejumlah informasi sensitif yang berada di lingkungan rumah jabatan dapat terus menyebar keluar.

Bahkan, di internal lingkungan rujab juga beredar isu mengenai dugaan skandal asmara terlarang yang disebut-sebut berpotensi mencuat ke publik apabila orang-orang yang berada di lingkaran dekat rumah jabatan tetap berada di posisinya.

 

Ket foto : Basri Kajang atau yang biasa disapa ombas

“Di internal ada kekhawatiran aktivitas pribadi Bupati sering bocor keluar. Itu yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan kenapa kedua sopir tersebut diberhentikan,” ungkap sumber tersebut.

Baca Juga :  Anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Serahkan Bantuan Tunai kepada Korban Kebakaran di Desa Bontoloe

Isu lain yang turut mencuat adalah nama Ombas alias BK alias Kareng Bayo, sosok yang oleh sejumlah kalangan disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan Bupati Gowa.

Nama tersebut bahkan disebut-sebut dalam berbagai percakapan internal sebagai salah satu pihak yang diduga mendorong keputusan pemberhentian kedua sopir tersebut.

Jika informasi ini benar, maka polemik ini bukan lagi sekadar persoalan pergantian sopir di lingkungan rumah jabatan, tetapi telah menyentuh isu serius mengenai dinamika kekuasaan, pengaruh di balik layar, serta potensi penyembunyian informasi di lingkaran pemerintahan daerah.

Sejumlah pihak menilai bahwa sebagai pejabat publik, seorang kepala daerah seharusnya menjaga transparansi serta menghindari munculnya persepsi adanya rahasia yang sengaja ditutup-tutupi dari publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Gowa maupun pihak Pemerintah Kabupaten Gowa belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pemberhentian kedua sopir tersebut.
Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memastikan fakta di balik polemik yang kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Tanpa klarifikasi terbuka, isu ini berpotensi terus berkembang dan memunculkan pertanyaan publik yang lebih besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik dinamika Rumah Jabatan Bupati Gowa.

Editor : Saenal Abidin D’Rate

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit