Faktual.Net, Sinjai, Sulsel- Pengelolaan Anggaran yang terindikasi dinopoli oleh oknum pejabat, maupun non pejabat yang acap disebut kongkalikong tak sedikit, berbuntut pada dugaan Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN) hal tersebut patut dipandang penting. kenapa?
KKN merupakan tindakan kejahatan yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk Rakyat dan Negara.
“Bahkan sudah ratusan bahkan ribuan Oknum pelaku Terbukti tersandung kasus KKN yang telah tertangkap, sejarah KKN di dunia secara global, Semua oknum yang terbukti ada yang lolos dari jeratan hukum ada pula mendekam dibalik jeruji besi”, ungkap sumber dari berbagai kalangan.
Terkait indikasi kongkalikong ataupun dugaan KKN kabupaten Sinjai, banyak sumber menyebutkan kian memanas.
Era kepemimpinan Andi Seto Gadhista Asapa ,cukup terbilang memanas bak sejarah terukir panjang, betapa tidak, mulai dari indikasi kongkalikong pembangunan Islami center, sampai pada terungkap nya dugaan suap melalui sumber dugaan pemberi suap eks Dirut PDAM, kepada Bupati Sinjai.
Tak terbantahkan Sinjai atau sebutan lainnya Bumi Panrita kitta, Sempat viral diberbagai jejaring media sosial Facebook maupun WhatsApp, Sinjai darurat korupsi “dikutip dari judul berita salah satu media online”.
Dari perkembangan Perjalanan panjang kongkalikong terbungkus rapi.senin (28/06/2021)Sejumlah tokoh muda dan mahasiswa Sampai turun melakukan aksi unjuk rasa, berlokasi dijalan Jendral Sudirman tepatnya didepan kantor kejaksaan negeri (Kejari )Sinjai kurang lebih 16 tuntutan yang disuarakan dalam aksinya.
Ditempat terpisah tuntutan yang sama (Senin 28/06/2021 )di depan gedung KPK komisi pemberantasan korupsi, turut di bentangkan spanduk yang bertuliskan usut tuntas dugaan kasus korupsi Sinjai.
“sejumlah aktivis LSM maupun tokoh muda yang tergabung dari berbagai lembaga melakukan aksi unjuk rasa(Unras),dalam pernyataan aksi Unras yang di langsungkan di depan gedung KPK Lantang suara sedikitnya ada 16 tuntutan dugaan kongkalikong Berbuntut Pada KKN diduga kuat terjadi di lingkup pemerintahan kabupaten sinjai.
Jarlap aktivis Salah satu lembaga swadaya masyarakat gerakan masyarakat bawah Indonesia LSM GMBI mengecam keras terhadap indikasi dugaan KKN di kabupaten Sinjai yang kian marak di perbincangkan, diduga terkemas rapi.
Nampak Berdiri tegak, Sulaiman distrik Jakarta barat, pria yang karib disapa jarlap aktivis LSM GMBI itu , menuntut kepada pihak KPK untuk melakukan tindak lanjut atas laporan dugaan korupsi yang telah di sebutkan diduga melibatkan oknum pejabat maupun non Pejabat.
“Laporan resmi tiga lembaga diterima KPK beberapa waktu lalu,KPK di harapkan untuk menindak lanjuti laporan tersebut”
Suara jarlap tak terhenti sampai disitu, ia, meminta kepada KPK agar melakukan pemeriksaan kabupaten Sinjai, Terkait indikasi dugaan Korupsi.
Sebelumnya ada tiga lembaga yang resmi melaporkan dugaan kasus tersebut.
” kata juru bicara (jubir) Arjuna dalam keterangan pers tertanggal 24 Juni pekan lalu, Laporan telah resmi masuk ke KPK ada tiga lembaga yang melaporkan dugaan kasus korupsi di kabupaten Sinjai, diantaranya, Lembaga Katik, Germab Sinjai, dan suara Indonesia.
Menyikapi lebih lanjut, Persaudaraan Bugis Sinjai PBS, Turut bersuara , Muzakki ketua PBS menyebutkan akan mengawal laporan yang telah diterima oleh KPK.
Sementara itu” JARLAP LSM GMBI , Menuntut Keras Kepada KPK agar Segera menyelidiki kasus dugaan korupsi yang kini bak Bola panas di lingkup pemerintahan kabupaten Sinjai.
Jarlap meminta agar bupati sinjai selaku kuasa pengguna anggaran , pengatur dari setiap atensi Pemerintahan agar secepatnya di periksa oleh KPK.
Jarlap GMBI, Turut berharap kepada masyarakat seluruh Indonesia khususnya kabupaten Sinjai agar tatap semangat untuk memberantas praktik kongkalikong berkedok KKN, GMBI siap menyuarakan aspirasi masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Pungkasnya
Sedangkan pihak Komisi pemberantasan korupsi KPK yang menerima aspirasi aksi unjuk rasa Senin kemarin, menegaskan pihaknya akan mengevaluasi semua Laporan-laporan termasuk laporan yang baru masuk dari Lembaga GMBI.
Editor: Dzul
















