Faktual.net, Jeneponto, Sulsel – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Jeneponto gelar aksi unjuk rasa di pelataran kantor DPRD Jeneponto. senin, (28/07/2025)
Aksi yang di pimpin oleh kordinator Nasir Tinggi dari serikat pers nasional (sepernas) itu menuntut klarifikasi dari wakil ketua 1 DPRD Jeneponto Irmawati Zainuddin terkait dugaan intervensi salah satu awak media.
Dalam tuntuntannya ,puluhan wartawan meminta Irmawati meminta maaf secara langsung dan menjelaskan maksud intervensinya terhadap wartawan dari Topikterkini.com Arif Rahman.
Dari pantauan di lokasi, para wartawan dari berbagai aliansi itu bergantian ber-orasi meminta Irmawati Zainuddin yang menjadi sasaran demonstrasi para jurnalis untuk keluar memberikan klarifikasi.
Salah satu orator Pupung, dalam orasinya mengatakan, meminta kepada anggota dewan tersebut agar keluar dari rungannya untuk menemui para teman jurnalis agar memberikan klarifikasinya terkait dengan dugaan intevensi tersebut.
Sekitar dua jam lalukan orasi ilmiah, akhirnya Irmawati bersedia menemui massa aksi. Dalam klarifikasinya, wakil ketua 1 DPRD Jeneponto itu memaparkan kronologi kejadian hingga ia di tuding meng-intevensi tugas jurnalistik salah satu awak media.
“Saya jelaskan dulu kronologinya, saya diberitakan oleh Arif, saya anggap ada tulisan yang tidak sesuai fakta atau bohong, tentu saya harus klarifikasi dong?,ujarnya.
Lanjut anggota DPRD Jeneponto dari fraksi partai Golkar itu mengaku telah meminta beberapa kali hak jawab namun tidak dilakukan oleh wartawan tersebut, sehingga Irmawati berinisiatif hubungi pihak wartawan Arif.
” Arif saudara beritata masuk kategori fitnah dan termasuk pencemaran nama baik, saya laporki itu,”ujar Irmawati dihadapan peserta aksi.
Dalam paparan klarifikasinya, Irmawati juga meng-kritik kinerja awak media tersebut dan balik bertanya ke peserta aksi.
“Apakah diwajibkan seorang jurnalis atau pers menaikkan berita bohong, dan tidak berimbang,inilah yang dilakukan perilis,”sambungnya.
Kalimat inilah yang di artikan Arif sebagai bentuk intimidasi dan ancaman dari wakil ketua 1 DPRD Jeneponto kemudian menimbulkan reaksi aksi dari solidaritas rekan wartawan lainnya.
Irmawati menutup paparannya dengan menyebut pihaknya siap di kritik asalkan sesuai dengan fakta.
“Saya terbukaji dan siap di kritik asalkan sesuai fakta,”tutupnya.
Reporter Pupung.
Editor Redaksi Sulsel
















