Example floating
Example floating
BeritaDaerahEdukasi

Dosen Polinef Gandeng Forum Pala Fakfak, Edukasi Petani Manfaatkan Limbah Daging Buah Pala yang Bernilai Ekonomis

×

Dosen Polinef Gandeng Forum Pala Fakfak, Edukasi Petani Manfaatkan Limbah Daging Buah Pala yang Bernilai Ekonomis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ketgam: Produk Pelatihan Dosen Polinef berkolaborasi dengan Forum Pala Fakfak. Foto: Ist.

Faktual.Net, Fakfak — Dosen Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), Reski Rahman Sriwijaya berkalaborasi dengan Forum Pala Fakfak melaksanakan edukasi Petani untuk pemanfaatan Limbah Daging Buah Pala.

Kegiatan sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan Kesejahteraan Lingkungan dan bernilai ekonomis, di Kampung Unipokpok, Distri Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Sabtu (30/11/2024) lalu.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam pemaparannya, Reski Rahman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pengetahuan petani dalam hal pemanfaatan Limbah Daging Buah Pala. Hal ini merupakan salah satu peran Tridarma Polinef dalam membatu masyarakat dalam memaksimalkan pengolahan hasil pertanian.

“Pengabdian ini untuk menigkatkan produk turunan daging buah pala agar dapat meningkatkan kesejeahteraan petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dalam segi ekonomoni dan meningkatkan produkstifitas petani dalam memanfaatkan teknologi yang ada, untuk mengolah limbah daging buah pala.

“Mengolah limbah daging Buah Pala ini
menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi dan berkelanjutan yang nantinya secara otomatis akan memberikan dampak kesejahteraan petani di Kabupaten Fakfak,” tutur Reski Rahman Sriwijaya. 

Terlihat, kegiatan ini sangat disambut baik oleh para petani dan pihak pemerintah kampung yang ada di Unipokpok.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Unipokpok menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi petani-petani yang ada di Unipopok.

Baca Juga :  Bupati Morowali Sampaikan Selamat HUT ke-23 Konawe Selatan, Tekankan Kolaborasi Antar Daerah

“Kondisi dilapangan saat ini masih banyak para petani Pala belum mengerti dan mengetahui cara memanfaatkan limbah daging buah pala yang selama ini hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan dengan baik,” terangnya.

Tak hanya itu, Bahkan di beberapa kasus daging buah pala dibiarkan begitu saja dilahan-lahan pertanian karna dianggap sesuatu yang tidak bernilai,

Diketahui, kegiatan ini diikuti 25 Petani Pala yang berada di kampung Unipopok, dalam prosesnya terlihat para peserta sangat antusias menerima materi yang disajikan tentang pemanfaatan limbah daging buah pala menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Ini terlihat dari antusiasnya petani dalam mengikuti pelatihan ini baik dari membuat syirup pala mengunakan daging buah pala maupun memanfaatkan daging buah pala menjadi pupuk organik rekomendasi para petani.

Salah satu rekomendasi yang muncul dari peserta menyampaikan agar kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan.

“Khususnya produk turunan daging Buah Pala dan lainya dan dapat mengandeng semua pihak untuk menjadi fasilitator untuk petani dan pemerintah dalam mewadahi produk-produk turunan yang nantinya yang telah dibuat,” ujar salah satu peserta, Bapak Kabes.

Reporter: Kariadi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit