Example floating
Example floating
Daerah

DLH Tikep Bakal Perjuangkan Sampah Sebagai Bahan Bakar PLTU Pengganti Batu Bara

×

DLH Tikep Bakal Perjuangkan Sampah Sebagai Bahan Bakar PLTU Pengganti Batu Bara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual,Net. Tidore, Malut. Setelah melakukan diskusi panjang bersama Direktur Pengelolaan Sampah pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Novrizal Tahar di Jakarta, pada Rabu, (23/6/21). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tikep, Muhammad Sjarif bakal memperjuangkan sampah sebagai pengganti batu bara yang kerap dijadikan bahan bakar oleh PLTU Tidore.

Menurutnya, setelah kembali dari Jakarta ia berharap agar DPRD Kota Tikep dapat memfasilitasi DLH Kota Tikep beserta PLTU Tidore untuk menindaklanjuti Program Kementrian LHK terkait dengan bagaimana menguarai dan menggunakan sampah sebagai bahan bakar pengganti batu baru. Sehingga kedepannya, Pemerintah Daerah Kota Tikep dapat merusmuskan satu kebijakan untuk merealisasikan program tersebut.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Konsepnya juga sudah disampaikan oleh Pak Direktur, bahkan didukung dengan data yang jelas, sehingga hal ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan bersama antara DPRD, DLH dan PLTU,” tuturnya saat diconfirmasi melalui telephone, Rabu, (23/6/21).

Bahkan untuk mensukseskan Program tersebut, Muhammad Sjarif lantas membangun komunikasi dengan pihak PLTU Tidore untuk bersama-sama mendukung apa yang menjadi program dari Kementrian LHK.

Baca Juga :  Truk Pengangkut Cipping Kecelakaan di Tumbu, Warga Soroti Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

“Soal PLTU juga sudah saya komunikasikan, sehingga tinggal kita tindaklanjut dalam bentuk kebijakan,” tandasnya.

Selain soal menjadikan sampah sebagai bahan bakar pengganti batu bara, Muhammad Sjarif juga berharap kedepannya ada sinergitas antara DLH Kota Tikep dengan Dinas Pariwisata Kota Tikep untuk memperjuangkan Tidore agar bisa masuk sebagai daerah dengan kategori pengelolaan prioritas Pariwisata. Pasalnya, berbagai bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kementrian LHK akan dengan mudah di salurkan, apabila Tidore sudah masuk dalam kategori tersebut.

“Kita mengalami sedikit kendala untuk melobi Dana Alokasi Khusus (DAK) karena Tidore belum masuk sebagai destinasi wisata melalui Aplikasi Krisna milik Kementrian LHK. Karena saat ini Kementrian LHK telah menetapkan bantuan hanya untuk daerah-daerah yang memprioritaskan Pariwisata, meski begitu saya telah menyampaikan ke mereka bahwa dengan adanya agenda Sail Tidore nanti, Kementrian LHK juga bisa memprioritaskan Tidore untuk menyalurkan bantuan melalui DAK, karena agenda tersebut merupakan sebuah kebanggaan Nasional,” tuturnya.

 

Reporter : Aswan/Ute

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit