Faktual.Net, DKI Jakarta-Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menyelenggarakan Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Virtual Meeting.
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta,Tuty Kusumawati menuturkan, Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, merupakan rencana aksi 11 Kegiatan Strategis Daerah (KSD) 13 menjadi rangkaian kegiatan penutup tahun 2020. Dimana kampanye ini dilaksanakan selama 16 (enam belas) hari, dimulai tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember 2020. Pada skala global, kegiatan kampanye ini dilaksanakan dalam rangka momentum peringatan Hari Internasional Kekerasan Terhadap Perempuan (25 November 2020) dan Hari Hak Azasi Manusia Internasional (tanggal 10 Desember 2020).
“Kampanye ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga kemasyarakatan serta dunia usaha atau sektor swasta, lembaga pemerhati perempuan dan anak,”kata Tuty.
Tema kampanye tahun ini pada tingkat Provinsi DKI Jakarta yaitu ”Jangan Takut Bicara, Lindungi Perempuan dan Anak” dengan tagline #stopkekerasanperempuandananak, #jangandiamsegeralaporkan, dan #jakartatanpakekerasan. Rangkaian kegiatan kampanye diselenggarakan dalam bentuk webinar dan materi kampanye disebarluaskan melalui media sosial Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, videotron atau infografis pada kanal-kanal informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain dalam bentuk kampanye, Tuty menerangkan, kegiatan pencegahah kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun ini juga akan melakukan pembentukan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) DKI Jakarta Jalur Perguruan Tinggi. Selama masa pandemi Covid-19, penyebarluasan informasi dan pesan anti kekerasan juga akan disampaikan melalui Tik Tok.
Untuk rangkaian kegiatan sendiri, Rabu, 25 November 2020, dilaksanakan Kick Off Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, sebagai tanda dimulai rangkaian kampanye oleh Ibu Ferry Farhati, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta. Dalam pelaksanaan kick off akan disampaikan materi pendahuluan dari:
a. Bapak DR. Susanto, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menyampaikan materi tentang Hasil Pengawasan KPAI tentang Perlindungan Anak.
b. Ibu Mariana Amiruddin, M.Hum, Wakil Ketua Komnas Perempuan, menyampaikan materi tentang Potret Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia.
c. Ibu Suhaeni, S.Sos dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, menyampaikan materi tentang Peran Serta Masyarakat dan Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
2. Pada hari ini juga, pukul 13.00 Wib dalam kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak DKI Jakarta, Program Kajian Pengembangan Perkotaan SKSG Universitas Indonesia bekerja sama dengan Dewan Riset Daerah akan menyelenggarakan Seminar Daring (Webinar) dengan tema Perempuan Bicara Tentang Perempuan Dalam Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga di Daerah Perkotaan selama Masa Pandemi Covid-19.
Hari Kedua Tanggal 27 November 2020. Tema Webinar Perempuan di Tempat Publik
a. Kegiatan Webinar pagi hari dilaksanakan oleh 2 Perguruan Tinggi, yaitu :
• Universitas Kristen Indonesia
• Universitas HAMKA
b. Kegiatan Webinar Siang dilaksanakan oleh 1 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Budi Luhur.
4. Pada tanggal 27 November 2020, secara khusus akan dibahas Keluarga Tanpa Kekerasan melalui IG Live ”Fridate With Ayu”, Ayu Diah Pasha bersama Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, pada pukul 16,30 wib sampai selesai.
5. Hari Ketiga Tanggal 30 November 2020.Tema Webinar : Anak dan Pendidikan di Masa Pandemi
a. Kegiatan Webinar dilaksanakan oleh 2 Perguruan Tinggi yaitu :
• Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jaya
• Universitas Kristen Indonesia
6. Hari Keempat Tanggal 2 Desember 2020. Tema Webinar : Perempuan dan Dunia Kerja
a. Kegiatan Webinar dilaksanakan oleh 2 Perguruan Tinggi, yaitu :
• STIKES Carolus
• Universitas MH Thamrin
7. Hari Kelima Tanggal 4 Desember 2020. Tema Webinar : Pekerja Anak
a. Kegiatan Webinar pagi dilaksanakan oleh 3 Perguruan Tinggi, yaitu :
• Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA)
• Universitas YARSI
• STIE IPWI Jaya
b. Pada sore harinya, Universitas Katolik Atmajaya akan melaksanakan Webinar dengan tema yang sama yaitu Pekerja Anak;
8. Hari Keenam Tanggal 5 Desember 2020. Tema Webinar Dari, Oleh dan Untuk Remaja
a. Pada pagi harinya, Civitas Akademika akan membahas berbagai persoalan Dunia Remaja dan Kesehatan Reproduksi.
b. Sementara siang harinya, Civitas Akademika Universitas Katolik Atamajaya akan melakukan Webinar tentang Stop Kekerasan Dalam Berpacaran Di Kalangan Milenial;
9. Hari ketujuh tanggal 7 Desember 2020
Tema Webinar Keamanan Jak Wifi
a. Pada sesion pagi, secara kolaborasi akan membahas Cerdas Ber Media Sosial, yang dilaksanakan oleh SKPD dan 2 Perguruan Tinggi, yaitu :
• STIE IPWI Jaya
• Universitas Kristen Indonesia (UKI)
• Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta oleh Jakarta Smart City
b. Sementara pada sesion siang, dengan tema yang sama, Civitas Akademika Universitas Budi Luhur akan melakukan Webinar juga untuk kalangan milenial.
10. Hari Kedelapan tanggal 8 Desember 2020. Tema Webinar Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Kegiatan Webinar diikuti oleh 2 Perguruan Tinggi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia:
a. Universitas Kristen Indonesia
b. Universitas Katolik Atmajaya
c. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Selain penyelenggaraan kampanye dalam bentuk webinar, rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak juga menyebarkan informasi melalui dalam bentuk Infografis/Videotron, pada yaitu:
a. Tanggal 26 November 2020, penayangan infografis dengan tentang Jenis Kekerasan dan Pencegahan serta Akses akses pelayanan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
b. Tanggal 1, 3 dan 5 Desember 2020, penayangan infografis dengan tentang Perempuan dan Disabilitas serta Pencegahan dan Eksploitasi Dan Kekerasan Perempuan di Dunia Seni
c. Tanggal 9 Desember 2020, penayangan Infografis dengan tema Data – Fakta (Ada Apa Dengan Covid).
Terkait dengan rangkaian kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan 10 (Sepuluh) Perguruan Tinggi Swasta yang sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama, mengagendakan pembentukan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) DKI Jakarta. Pos SAPA DKI Jakarta akan bisa menjadi rujukan awal (pertama) yang dimanfaatkan mahasiswa atau keluarga disekitar kampus untuk mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi kekerasan.(Amin)
















