faktua.net, Kendari, Sultra. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (DPRD Sultra) telah memulai Reses Masa Sidang Pertama Tahun 2023. Reses yang berlangsung pada tahun 2023 ini adalah bagian dari kinerja DPRD Sultra dalam upaya mengumpulkan aspirasi masyarakat di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).
Sudarmanto Saeka, SE,.MM selaku anggota DPRD Sultra dari Frasksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Kota Kendari memanfaatkan momen reses dengan berkunjung ke SMA Negeri 9 Kendari sebagai titik pertama kunjungan.
Kedatangan Sudarmanto Saeka, SE.,MM disambut antusias oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan jajaran guru disekolah tersebut.
Bertempat di Aula, Sudarmanto Saeka (SS) yang akrab disapa Oom Bob menyampaikan bahwa momen reses awal tahun 2023 ini merupakan ajang menjalin ukhuwah sekaligus mendengarkan langsung aspirasi para pejuang pendidikan tentang banyak hal terkait kemajuan pendidikan di Kota Kendari.
SS sampai saat ini konsisten memperjuangkan dunia pendidikan Kota Kendari secara khusus dan pendidikan Sultra secara umum, ini wajar mengingat basic dirinya sebelum berkiprah di panggung politik Sultra adalah seorang Dosen.
SS mengajak civitas akademika SMAN 9 Kendari untuk sama-sama berfikir dan berkarya dengan tujuan mulia mencerdaskan anak-anak Kendari, anak-anak Sultra dan anak-anak Indonesia.
“Dunia pendidikan ini adalah dunia yang menarik, sebab hanya didunia pendidikan seorang guru bisa dengan leluasa mentransfer keilmuan yang dimilikinya guna mencerdaskan anak didiknya”, ucap Sudarmanto Saeka pada Kamis, 2 Februari 2023.
SS mengatakan bahwa SMAN 9 Kendari masih sangat membutuhkan perhatian yang serius dari Pemprov Sultra. Khususnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang masih kurang.
“Saya kira kita bisa menyaksikan secara bersama bahwa banyak hal yang masih perlu pembenahan di sekolah ini, khususnya Sarana dan Prasana semisal meja dan kursi untuk para siswa. Selain itu ruang belajar yang juga masih kurang dan yang terpenting beasiswa bagi siswa kurang mampu dan siswa berprestasi adalah hal yang selalu kami perjuangkan”, sebut SS.
“Tadi juga Kepsek telah menyampaikan bahwa pagar sekolah perlu pembenahan, tentu hal ini akan kami bawa ke rapat pleno di DPRD Sultra. dan kita berdo’a semoga semua yang menjadi usulan teman-teman di SMAN 9 Kendari bisa terakomodir dipenganggaran perubahan tahun 2023”, Kata SS.

Senada dengan SS, Kepsek SMAN 9 Kendari, Dr. Aslan.,S.Pd.,M.Pd mengatakan beberapa hal yang krusial dan butuh perhatian di SMAN 9 Kendari adalah sarana dan prasarana pendukung pembelajaran siswa, ruang belajar serta pagar sekolah.
Kepada faktual.net, Dr. Aslan, S.Pd.,M.Pd berharap dengan kedatangan SS di SMAN 9 Kendari bisa membawa angin segar buat sekolah yang dipimpinnya khususnya perbaikan sarana dan prasarana.
Dia menyebut bahwa yang paling urgent saat ini adalah pagar sekolah karena keberadaannya guna memastikan keamanan dan kenyamanan guru dan siswa.
Selain pagar sekolah, dia juga menambahkan bahwa saat ini sekolahnya belum memiliki areal parkir untuk kendaraan guru dan siswa. Saat ini kendaraan masih terparkir menggunakan bahu jalan poros depan sekolah.
“Sarana dan Prasarana yang krusial saat ini adalah pagar sekolah dan areal parkir kendaraan bagi guru dan siswa yang belum ada”, kata Aslan.
Pria yang hobi berolahraga Tenis Meja tersebut juga menyebut bahwa ketersediaan ruang belajar penting untuk menjadi perhatian pemerintah melalui Sudarmanto Saeka selaku perwakilan masyarakat di DPRD Sultra sebab sekolah yang dipimpinnya merupakan salah satu sekolah yang banyak diminati oleh anak-anak di Kota Kendari.
“Saat ini sekolah kami disetiap tahunnya hanya menerima Siswa sebanyak 10 kelas, sementara pendaftar membludak. Idealnya harus ada tambahan sebanyak 6 kelas sehingga kami bisa menerima 16 Kelas”, sebut Aslan.
Dirinya juga menyebut bahwa setiap tahunnya SMAN 9 Kendari menerima hanya 360 Siswa, sementara pendaftar berada dikisaran 500 – 600 siswa.
Pantauan faktual,net berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini SMAN 9 Kendari menampung 978 Siswa. Dengan jumlah siswa yang banyak, sekolah plat merah tersebut membutuhkan areal parkir bagi para siswa yang kebanyakan menggunakan sepeda motor ke sekolah.
Reporter : Aco RI















