DiDuga Sarat Korupsi, Irigasi Ma’rinring Desa Taring DiSoroti LSM Kompak

526

Faktual.Net, Gowa, Sulsel. Rehabilitasi Dan Konstruksi Jaringan Irigasi, Pembangunan D. I. Ma’rinring Saluran Beton dan Rabat Beton Dengan Tulang, Volume Fisik 116 Meter, di dusun Kampung Parang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa tahun 2019 Diduga dikerjakan asal jadi.

Pembangunan irigasi tersebut dikerjakan oleh CV. Azzuhrah menggunakan Dana APBD melalui dinas PUPR Kabupaten Gowa, dengan nilai anggaran sebesar Rp.136.570.165 masa kerja mulai dari 16 Agustus sampai 16 November.

Akhir pekerjaan tersebut dinilai asal jadi, Pasalnya pekerjaan baru usai beberapa hari kondisi bangunan sudah mulai rusak.

Menanggapi hal tersebut pihak CV. Azzuhra, Bakri mengatakan pekerjaan tersebut sudah selesai ” kenapai selesaimi pekerjaanku”, tegasnya saat dikonfirmasi melalu telpon seluler (28/11/2019)

Ia juga menegaskan jika pekerjaannya itu tidak sesuai bestek masih ada pemeliharaan dan segera diperbaiki.

“Kalau memang kondisi di lapangan kualitasnya tidak bagus artinya kan ada pemeliharaan, sudah ada juga mekanisme yang sudah jalan, pemeriksaan apa semua toh, kalaupun misalnya tidak sampai mekanisme pemeliharaannya dan masyarakat itu protes tidak ada masalah, kita akan perbaiki yang rusak begituji ceritanya kalau saya”, katanya.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pertanian Toli-Toli Hadiri Pelantikan Pengurus UMKM Di Kabupaten Sigi

Bakri juga menegaskan bahwa dirinya juga berlembaga tentu ia akan profesional dalam bekerja, “saya ini juga punya lembaga dan media, makanya begini titik terannya itu kita sama-samaki turun Supaya saya mau tau yang mana itu masyarakat yang mengeluh, karena saya itu banyak sekali juga lembagaku, kita ini kerja sudah sesuai prosedur, tidak ada itu yang kerja asal-asalan harus profesional”, tegasnya

Sementara itu ditempat terpisah Ketua DPC YBH Kompak Indonesia Muhammad Ukkas prihatin dan berkomentar perihal pekerjaan tersebut, “Harusnya itu pekerjaan dari awal waktu kerja sudah dikasih bagus memangmi, nah setahu saya itu yang namanya masa pemeliharaan kalau pekerjaan itu terkena bencana, tapi kalau baru dikerjakan seperti itu masa dikategorikan sudah masa pemeliharaan”, kata Muhammad Ukkas ada Sabtu, 30/11/2019.

Baca Juga :  Dishub Bersama KUPP Gelar Pertemuan Dengan Motores

Lebih lanjut ia mengatakan, “kenapa mesti ada masa pemeliharaan kenapa tidak dari awal pekerjaan itu diperbaiki, harusnya dikasih bagus memangmi, masa belum pernah di fungsikan sudah mau masuk tahap pemeliharaan lagi, itu bisa dikategorikan Masa pemeliharaan kalau ada bencana bukan dari awal pekerjaan”, katanya lagi.

“ini kan pekerjaan baru beberapa bulan dikerjakan, sepertinya ini pekerjaan atau ini proyek tidak akan bertahan sampai satu tahun, kita lihat nanti kalau hujan deras ini akan berhamburan atau akan hancur”, tutupnya.

Reorter : Saenal Abidin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :