Faktual.Net, Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Rabu (10/02/2021) Pukul 11.00 Kantor Kemendikbud didatangi sekelompok masa dari KOMITE JUANG (KOM-JU). Nadiem Makariem diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Mendikbud karena dianggap abai menjalankan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 demikian juga dengan kacaunya kebijakannya dengan SKB 3 Menteri Tahun 2020.
Mengusung slogan “Pancasila Progresif Revolusioner”, Ketua Umum KOM-JU Apek Saiman menjelaskan alasan menggelar aksi tersebut.
“Kurikulum Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sudah seharusnya menjadi prioritas di Road Maps 2020-2035, bangsa kita masih terbelah akibat politik, juga Pandemik Covid-19 yang berkepanjangan meruntuhkan perekonomian terutama UKM, serta ancaman peperangan negara-negara adi daya di sekitar perairan Indonesia, sebagai menteri seharusnya peka untuk segera membangkitkan semangat persatuan bangsa dan patriotisme seluruh anak bangsa Indonesia,” jelasnya.
“Di sini Nadiem Mariem malah justru tergiring di isu-Isu stereotip yang tidak substansi sebagai pencerahan pendidikan, justru mempertegas perbedaan dan mengancam kerukunan dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. .
Dalam Aaksi Rabu siang tadi juga sempat terjadi ketegangan antara Polisi dengan Korlap Aksi Cak Rokhim, ketika peserta aksi memblokade gerbang utama Kantor Kementerian dengan mobilnya serta membentangkan spanduk serta menyalakan pengeras suara.
“Sebelumnya sudah kami beritahukan kepada Pak Nadiem untuk fokus juga ke semangat Bela Bangsa dan Negara dengan Kurikulum Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi nampaknya tidak menjadi kesadarannya,” pungkas korlap aksi tersebut.
Reporter : Sarwini
















