Example floating
Example floating
Example 728x250
Edukasi

Di Ujung Februari

×

Di Ujung Februari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net

Opini Oleh AFRIJAL 

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Sudah lama sakit mendekam.
Menghujam jauh kedalam.
Yang pernah Kumulai dengan Senyum tersulam.
Pebruari mengahiriku dan kisah-kisah kelam.

Tentang sepotong hati memaksa tegar mencintai.
Memperjuangkan Desir dan hembusan tangis pagi-pagi.
Yang pernah berjanji untuk saling memiliki.
Selamanya tetap abadi.

Muslim-nasrani menghadirkan Februari.
Di bulan Tertulis Takdir langit yang membumi.
Aku jujur dari hati, tentang tulus dan kau yang berarti.
Tapi Februari menyudahi.

Ini pengahiran sajak-sajak luka mengenang wajahmu.
Tentang kau yang kokoh dengan keyakinanmu.
Tapi perlu kau ingat. tersebut namamu pada pendengaranku.
Aku percaya itu bukan kau, selain daripada reingkarnasi yang meminjam Ragamu.

Lama telah wafat hatimu, membawa segala duka, perjuangan, ketulusan , pengharapan dan tetes-tetes air mataku.
Membawa pergi Tanpa pamit membalas penantianku yang tercegat.
Kematian jiwamu membuatku lengah memahami semesta.
Aku menerima takdirku, untuk pengelihatan hampa menatap sekat.

Baca Juga :  Insiden Truck Pemuat Sertu Tabrak Bangunan Sekolah Di Gowa, 1 Orang Dikabarkan Terkena Pecahan Kaca

Ku kabarkan kepada jasadmu.
Senyum sumringah bahagiamu, tersimpan pengarapan hati yang teriris luka.
Gaun-gaun yang kau kenakan untuk berpotret itu.
Ada sepercik darah yang membisu menjadi sakti penanggungan.

Tapi diujung pebruari tak akan ku kenangi.
Sebab membuncah pengharapan jua akan terhenti.
Dengan sayatan luka lagi-lagi.
Aku memilih mencintai hati bukan jasad fana yang pernah terjuangkan selama ini.

Aku menuliskan sajak Februari bukan untukmu.
Tetapi naifnya diriku yang pernah bodoh juangkanmu.
Senyumu menggantung indah disudut senja.
Memelas mata lantas tergoda
Mudah digapai bahkan oleh sepotong alinea.
Sebab dengan sengaja kau menggantunya rendah.

Selamat jalan pebruari.
Akhiri.
Kenangan ini.
Tak akan kuratapi, mungkin akan kembali tapi di masyhar yang abadi.

Penulis Adalah Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari

Tanggapi Berita Ini