Faktual.Net, Kendari, Sultra – Sejumlah Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) gelar aksi demonstrasi di Gedung Kantor Imigrasi kelas I TPI Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Aksi demostrasi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina gelombang kedua yang baru tiba pada (30/06/2020) di Bandara Halu Oleo Kendari.
Nisfu Syaban selaku jendral lapangan dalam orasinya meminta kepada pihak Imigrasi untuk membuka semua data TKA yang berkerja di perusahaan Obsiadian Stainless Steel (OSS) dan Virtuae Dragon Nickel Industri (VDNI).
Ia pun berharap agar pihak Imigrasi untuk tidak memberikan izin visa kerja maupun kunjungan kerja bagi TKA ditengah pandemi Covid-19. Ujar Nifsu pada Rabu, (1/07/2020).
Massa aksi yang hendak membakar ban berusaha menorobos masuk depan gerbang kantor Imigrasi, namun aparat Kepolisian mencoba menghalanginya, hingga terjadi saling dorong. Massa aksi meminta agar gerakan mereka tidak dihalangi, namun pihak aparat kepolisian tetap menghalangi dengan ketat.
Dilanjutkan Ketua Umum IMM Sultra, Marsono merasa kecewa kepada pihak aparat kepolisian yang telah menghalang-halanginya untu masuk menemui Kepala Imigrasi.
Ditambah kepala imigrasi juga tak kunjung menemui massa aksi untuk merespon tuntutan mereka.
Karena tidak dipenuhi tuntutannya, akhirnya massa aksi bergeser ke kantor Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Sultra. Disana mereka meminta pihak Transnaker untuk transparansi terkait data kualifikasi dan keahlian TKA Cina yang akan dipekerjakan itu.
Reporter : Kariadi















