Faktual.Net, Gowa, Sulsel– Kepala Rutan Kelas IIB Malino, Ambo Asse A bersama seluruh jajarannya mengikuti sosialisasi penanganan kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa yang berposko di Malino, Jum’at (10/09/2021).
Kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang dilakukan Karutan ke Posko Damkar Kabupaten Gowa di Malino pada Kamis kemarin.
Karutan menyebut kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi seluruh pegawai dan warga binaan. Karena menurutnya pemberian sosialisasi semacam ini terkadang disepelekan.
“Sosialisasi penanganan kebakaran semacam ini sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi dan seluruh pegawai serta warga binaan. Karena kadangkala secara sepintas menangani kebakaran terlihat sangat mudah, padahal jika dilakukan langsung kita akan mengalami kesulitan karena kurangnya pemahaman dalam penanganan kebakaran,” jelas Ambo Asse A.
Dalam kegiatan tersebut Pihak Damkar Muhammad Arfah mengulas penyebab kebakaran dan teknik-teknik menangani kebakaran secara tradisional dan modern.
“Dalam menangani kebakaran kita tidak boleh panik, karena jika kita panik hanya akan menambah masalah. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui teknik-teknik memadamkan api. Salah satu teknik tradisional yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan karung goni atau handuk yang basah, kemudian menutup sumber api hingga padam,” ulas Muhammad Arfah.
“Kita juga harus memperhatikan arah mata angin saat menutup sumber api agar kita terlindung dari panasnya api tersebut,” tambah Arfah.
Satu persatu teknik memadamkan api diperagakan oleh petugas Damkar sambil menjelaskan secara detail teknik tersebut. Karutan pun dan salah seorang staf mencoba teknik yang telah diperagakan petugas Damkar.
Di akhir kegiatan Karutan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Petugas Damkar yang hadir, karena telah menyempatkan waktunya untuk berbagi pengetahuan di Rutan Malino.
“Saya selaku pimpinan di Rutan Malino ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh Petugas Damkar yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menangani kebakaran,” ucap Karutan.
Editor: Anton
















