Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Headline

Cuci Sayuran Sebagai Langkah Antisipasi Terkontaminasi Kuman dan Kotoran

×

Cuci Sayuran Sebagai Langkah Antisipasi Terkontaminasi Kuman dan Kotoran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Sayuran adalah bahan salah satu sumber makanan vital untuk manusia. Namun, sebelum sampai di santap, sayuran melalui proses perjalanan yang panjang. Penting untuk mencuci sayuran sebelum diolah atau dikonsumsi agar bebas kontaminasi kuman dan kotoran, Senin (13/9/21).

Riyadi Salah satu pengepul sayuran di Dukuh Kayuabang Desa Gerlang Kecamatan Blado Kabupaten Batang, ia memiliki tempat pengepul untuk hasil pertanian warga Gerlang, seperti sayuran wortel, kubis dan kentang.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dikatakannya, dengan adanya program TMMD Reguler ke 112 di Desa Gerlang, kami sangat berterimakasih. Jalan yang nantinya akan di perkeras, tentunya akan bermanfaat bagi kami warga Gerlang. Akses jalan yang bagus memudahkan para warga, petani dan pengguna jalan terutama bagi kami. Dalam pemasaran hasil bumi menjadi lebih mudah, dengan jalan yang bagus, jarak juga akan semakin singkat.

“Sebelum sayuran kami pasarkan terlebih dahulu kita bersihkan. Dengan di bersihkan, sayuran dapat bertahan agak lama sebelum sampai ke konsumen. Selain membuat hasil panen yang layak jual, juga dilakukan untuk mencegah sayuran busuk akibat masih adanya hama atau penyakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Audiensi, Ini Kisah Perjuangan Tim Promotor Big Fight Pattimura 2026

“Pencucian ini juga dapat berfungsi sebagai pre-cooling untuk mengatasi kelebihan panas yang dikeluarkan sayuran pada saat proses pemanenan. Setelah sayuran bersih kemudian kita kemas menggunakan karung. Kita juga harus menghitung jumlah hari setelah tanaman berbunga. Waktu panen sayuran juga dapat ditentukan dengan mempertimbangkan harga dan jarak distribusi untuk penjualan,” ungkapnya.

Misalnya, jika jarak relatif dekat, sayuran dapat dipanen pada saat sudah matang. Sebaliknya, jika jarak distribusi jauh maka lakukan pemanenan saat masih setengah matang agar sampai ke tempat pemasaran sayuran tidak cepat membusuk.

“Hasil panen petani Desa Gerlang baik wortel, kubis maupun kentang, kami distribusikan ke wilayah Batang, seperi ke pasar Bandar. Diluar kota juga kami pasarkan, contohnya yang terdekat Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, ada juga ke Jakarta maupun Semarang,” imbuh Riyadi.

 

 

Niko

Tanggapi Berita Ini