Cegah Stunting, TPID Konda Gelar Pelatihan PSDM Bagi Aparat Desa

48

Faktual.Net, Konsel, Sultra. Tim Program Inovasi Desa (PID) bersama pendamping desa Kecamatan Konda adakan pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yang melibatkan seluruh aparat Desa se-Kecamatan Konda. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Kemandirian Desa Dalam Penanganan dan Pencegahan Stunting” ini terlaksana di Balai Desa Lambusa pada Kamis, 15/8/2019.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Tim PID dalam memberikan pemahaman kepada para pihak khususnya pemerintah desa terkait pengeloaan dana desa dalam mensejahterakan masyarakat yang jika dilihat selama ini, peruntukan dana desa masih memfokuskan kepada segi fisik seperti pengadaan fasilitas, sarana dan prasarana publik, sementara pengembangan sumber daya manusia dalam menganani masalah stunting masih kurang”, ungkap ketua Tim PID, Adi Siswo.

Baca Juga :  SDN 4 Wakorumba Selatan Panen Prestasi Di Ajang Olahraga Tingkat Kecamatan

Dalam sambutannya, Adi Siswo berharap kepada peserta yang hadir agar pemerintah desa bisa membuat perencanaan kedepan dalam upaya mengatasi stunting karena penanganan dan pencegahan stunting adalah program Nasional dan Internasional.

Adi Siswo, Ketua TPID Konda

Pada pelatihan ini dihadiri sebanyak lima narasumber diantaranya dua orang dari Puskesmas Konda, M Achiar dan Rahmin serta tiga orang dari Tenafa Ahli Perencanaan (P3MD) Kabupaten Konsel Sirajudin Hak, Laudi Ari dan Edwin Malaka.

Pihak Puskesmas Konda menjelaskan stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibandingkan badan orang lain pada umumnya. Hal ini dikarenakan praktek pengasuhan yang tidak baik atau kurangnya gizi sejak bayi masih dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Proklamasi BPP Kendari Adakan Kompetisi 5-S

Untuk peran pemerintah desa dalam mencegah stunting dijelaskan oleh P3MD Sirajudin. Beliau menjelaskan bahwa pemerintah desa harus mensosialisasikan kebijakan pencegahan stunting kepada masyarakat dan membangun rumah sehat desa sebagai tempat membahas masalah stunting.

“Kepala desa adalah tokoh kunci penentu segalanya dalam mewujutkan teratasinya masalah stanting. Dan pastikan kegiatan harus dibiayai melalui dana desa”, pungkas Sirajudin.

Reporter : Rasidman

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :