Faktual.Net, Serang, Banten – Adanya dugaan oknum pungutan liar (pungli), saat ratusan warga Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, berbondong-bondong mendatangi kantor Desa dan Kecamatan. Untuk membuat Surat Keterangan Usaha (SKU) sebagai salah satu persyaratan mendaftar BLT UMKM, sebesar Rp 2.400.000, kamis (5/11/2020) lalu.
Camat Ciruas Drs. Eri Suhaeri, M.Si, mengklarifikasi hal tersebut tidak benar, dan ada miss komunikasi, karena tak ada pungutan satu perak pun selama proses pembuatan SKU.
“Karena warga ketika berkas masuk, dianggap penuh (saling desak). Itu tak perlu nunggu, saya suruh pulang semua. Ada warga yang nanya ini bayar pak camat? Saya tanyakan kembali kata siapa, semua pulang jangan ada bayar. Saya katakan ini gratis karena program pemerintah,” kata Camat Ciruas, jumat (6/11/2020).
Setelah mereka menaruh berkas, Camat persilahkan warga pulang ke rumah masing-masing, demi protokol kesehatan. Bila nanti, ditemukan adanya dugaan staf di Kecamatan yang menjadi oknum pungli penerbitan SKU, akan ia proses.
“Kalo nanti ditemukan staf atau oknum ini, akan saya panggil. Dan saya evaluasi semua staf di Kecamatan,” jelasnya, saat ditemui di kantornya.
Dalam klarifikasinya, ia memperkirakan dugaan penerbitan SKU harus bayar, karena Kantor Kecamatan ramai, sehingga pikiran masyarakat mungkin seperti itu. Sejak awal, Ia menegaskan ke staf di Kecamatan, agar tidak ada pungutan untuk ini.
“Sejak awal ke staf, saya tegaskan tidak ada pungutan. Ketika berkas masuk saya suruh pulang, agar tak ada kesan seperti pungutan. Intinya yang dimuat kemarin kurang tepat karena kurang komunikasi,” pungkasnya.
Ditempat yang berbeda, Galih, salah satu Staf Kecamatan Ciruas Bagian Umum sekaligus operator pembuatan/pengetikan SKU mengatakan, bahwa kami disini bekerja sesuai apa yang telah diperintahkan oleh pak Camat untuk tidak melakukan pungutan dalam pembuatan SKU ini (gratis).
“Selama musim BPUM UMKM ini, kami bekerja full time dan sesuai arahan dari pak camat dan pak sekmat, untuk tidak melakukan pungutan biaya apapun itu (gratis). Dan kami pun kemarin, sewaktu libur panjang, kami tetap bekerja tidak menikmati libur panjang supaya hasil kerja kami maksimal siang dan malam, dengan harapan supaya semua masyarakat Ciruas yang sudah mengajukan pendaftaran BPUM UMKM bisa mendapatkan dan menikmati bantuan tersebut,” tegas Galih.
Reporter : Oman.
















