Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
DaerahPertanian

Bulog Bombana Serap Gabah 25 Ribu Ton, Terbesar di Sultra

28
×

Bulog Bombana Serap Gabah 25 Ribu Ton, Terbesar di Sultra

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Bombana, Sultra – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang Bombana menyerap gabah capai hingga 25 Ribu ton, itu adalah yang terbesar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Jumlah tersebut berdasarkan catatan Bulog Bombana per Februari sampai April 2025, dengan wilayah kerja Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan (Konsel).

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bombana, Aang Fahri Hajad mengatakan realisasi penyerapan gabah per data terakhir sebanyak 25.629.985 kilogram atau 25 ribu ton.

“Realisasinya untuk penyerapan gabah per bulan Februari sampai April adalah 25.629 ton, sedangkan untuk berasnya 132 ton, penyerapan di Bulog Bombana ini terbesar di Sultra,” katanya saat dihubungi.

Lanjutnya, ada beberapa faktor yang mendorong penyerapan gabah di Bombana menjadi terbesar di Sultra yakni peran kolaborasi antar semua pihak.

Menurutnya TNI dalam hal ini Kodim Bombana dan Kendari dan penyuluh memiliki peran penting dalam mensosialisasikan ke petani untuk mewujudkan program Presiden RI terkait ketehanan pangan nasional.

Baca Juga :  Warga Desak Evaluasi Kinerja Kepala Desa Ulujangang, Soroti Kepatuhan Jam Kerja

“Selain itu, hampir semua penggilingan merupakan mitra, sehingga hasil panen itu bisa terserap 80 persen yang merupakan program 3 juta ton Presiden,” terangnya.

Ia juga menyampaikan dengan pencapaian realisasi ini telah melebihi target 100 persen, namun dengan adanya target baru maka mencapai 85 persen.

“Target sebelumnya itu 23 ribu ton, namun karena adanya target baru yang diberikan maka bertambah menjadi 30 ribu ton atau naik sekitar 7 ribu ton dari sebelumnya,” ungkapnya.

Aang Fahri optimis dengan target yang diberikan tersebut akan bisa tercapai, sebab ekosistem dan koordinasi yang telah dibangun sudah terlaksana cukup baik mulai dari petani, penyuluh hingga Babinsa.

Aang Fahri juga memastikan hampir sebagian besar harga gabah tidak ada dibawah Rp. 6.500 per kilogram.

(Red)

Tanggapi Berita Ini