oleh

BPR ARTHAGUNA MANDIRI MENANGGUHKAN PELUNASAN KREDIT AS

FAKTUAL.NET. BANDUNG – Dari hasil investigasi awak media dilapangan, BPR Arthaguna Mandiri diduga melakukan penangguhan pelunasan kredit terhadap salah seorang ASN. Jumat (15/11/19).

Dari pantauan awak media dan Fakta Hukum Indonesia Ibu Pariani selaku pendamping mengatakan, “Seorang ASN mengajukan pinjaman ke BPR Arthaguna Mandiri sebesar Rp.105.000.000 dengan bunga 1,9% per bln 23% per tahun.
Berjalan 3 tahun ASN mengajukan keringanan pelunasan dikarenakan mengalami sakit stroke ringan. Mengajukan angkat kuasa ke OBH Fakta Hukum Indonesia untuk pendampingan dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa mengajukan secara pribadi. Terangnya kepada awak media.

Lanjut kata Dia, Disaat dilakukan mediasi awal per tanggal 6 November pihak BPR memberikan angka Rp.99.000.000 dari pinjaman Rp.105.000.000 setelah cicilan berjalan selama tiga tahun dengan pembayaran per trimester dengan cicilan per bulan Rp.2.870.000.
Menggunakan sistem flat/anuitas atau piramida terbalik.
Pengambilan bunga bank yang lebih besar terlebih dahulu.
Rincian perhitungan :
Rp.2.870.000 x 1,9% =54.350
2.870.000 – 54.350=2.815.650
Jadi bunga yang sudah terambil
2.815.650 x 36 = 101.363.400
Jadi bunga yang sudah terambil dengan sistem anuitas sejumlah Rp.101.363.400
Berdasarkan peraturan BI cicilan yang sudah masuk itu disaat pelunasan menjadi terhitung pokok + denda pinalti 2%,3%,5%
Berarti nasabah yang bersangkutan hanya perlu membayar sisa Rp. 3.637.000 + denda penalti.
Bukan di nominal 99 juta yang pihak BPR tawarkan.
Mediasi di tanggal 10 November dan 14 November pihak BPR tetap beargumen yang sama sehingga mengalami deadlock. Tutupnya. (ARIANI.WS)

Baca Juga :  Kasubdit Pemulihan Dan Peningkatan Perumahan BNPB RI Kuker Di Tidore
Baca Juga :  KPU Kota Tikep Sosialisasi PKPU Tentang Syarat Calon dan Pencalonan

 

Editor: Saenal Abidin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :