Faktual.Net, Kendari Sultra. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), Unit Pelaksana Tehnis Pusat (UPTP) Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, menfasilitasi terbentuknya wadah bagi pelaku usaha di Sulawesi Tenggara, dengan nama Forum Komunikasi Produktivitas (FKP), di aula kantor BPP Kendari, Kamis, 9/1/2020.
Dra. Andi Asriani Koke, MM mengawali pembentukan FKP mengulas keberadaan BPP Kendari yang menaungi 10 provinsi di Indonesia Timur, “BPP sebagai lembaga teknis Kementerian Ketenagakerjaan di wilayah Indonesia Timur, memiliki beberapa tools dalam pelatihan peningkatan produktivitas, disesuaikan dengan latar belakang aktivitas peserta pelatihan. Ada empat target produktivitas yaitu pemerintah, akademisi, sektor swasta dan masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya tahun 2019 lalu, target kegiatan BPP Kendari terhadap upaya meningkatkan produktifitas yaitu telah dilaksanakannya pelatihan bagi Wira Usaha Baru 900 orang (45 paket pelatihan), Pelatihan Peningkatan Produktivitas 2.600 orang (104 paket), Bimbingan Konsultasi 155 perusahaan (31 paket).
Adapun tujuan pembentukan FKP menurut Dra. Andi Asriani Koke, MM tidak lain agar terjalin kemitraan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan, “ Tujuan pembentukan forum ini guna menghimpun seluruh stakeholder di bidang peningkatan produktivitas dari berbagai sektor untuk membangun kemitraan kolaborasi dengan BPP Kendari,” lanjutnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi semua pihak yang mendukung terbentuknya FKP dari berbagai unsur, dari pelaku usaha berbagai level, akademisi, perbankan, serta unsur media.
Kegiatan pembentukan FKP bertema “Melalui Kemitraan Forum Komunikasi Produktivitas, Kita Tingkatkan Produktivitas & Daya Saing Perusahaan,” dibuka Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Kendari Ir. Benyamin Salempang, dirinya menekankan kiblat produktivitas yaitu daya saing dan sumber daya manusia. Sebagaimana prioritas pemerintah Presiden Jokowi dalam pidato perdananya mendorong produktivitas pelaku usaha di Indonesia.
Hal ini bukanlah tanggung jawab satu lembaga atau beberapa lembaga saja, melainkan tanggung jawab kita semua, olehnya itu diperlukan pembentukan forum yang melibatkan semua unsur masyarakat, akademisi dan pelaku usaha,” urainya.
Pemilihan Ketua FKP diawali dengan pencalonan nama-nama dari berbagi unsur, terdapat 12 kandidat, namun hanya tiga orang yang bersedia dicalonkan sebagai ketua, selanjutnya dilakukan voting terbuka, hasilnya H. Mahaseng Mustafa, SE., MM (pengusaha) mendapat dukungan 16 suara, H. Abdul Hakim (akademisi dan pengusaha) 13 suara, serta Ahmad (perbankan) 2 suara.
Ketua FKP terpilih selanjutnya diberi waktu untuk menyusun komposisi kepengurusan sesegera mungkin oleh Kepala BPP Kendari.
Ir H. Mahaseng Mustafa berharap amanah yang dipercayakan mendapat dukungan dari semua kalangan demi mendorong tumbuhnya produktivitas demi kemajuan bersama.
Pembentukan FKP, turut dihadiri Ketua Kadin Sultra, Ketua Apindo Sultra, Perwakilan Dinas Transnaker Sultra, Rektor Universitas Muhamadiyah Kendari.
Reporter : Wa Ode Deli Yusniati















