Faktual.Net, Jakarta. Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas bumi harus dipercepat sehingga program diversifikasi energi dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap import bahan bakar bersubsidi untuk beralih ke penggunaan alternatif gas bumi untuk sektor rumah tangga dan industri kecil.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M. Fanshurullah Asa saat melakukan konferensi pers dikantornya pada Rabu, 5/2/2020.
M.Fanshurullah Asa mengatakan bahwa fungsi dari BPH Migas adalah meningkatkan pemanfaatan gas bumi didalam negeri melalui penetapan dan pengaturan pengusahaan transmisi dan distribusi gas bumi.
Dikatakannya lagi bahwa saat ini telah dilakukan Groundbreaking pembangunan pipa ruas transmisi Cirebon-Semarang. “Groundbreaking adalah wujud pelaksanaan tugas dan fungsi BPH Migas dalam pengusahaan transmisi dan distribusi gas di Indonesia”, kata Fanshurullah.
Ditambahkannya lagi bahwa dengan terlaksananya pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang diharapkan dapat mendorong munculnya industri-industri baru disepanjang jalur pipa Cirebon-Semarang.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya Groundbreaking menyiratkan bukti akan besarnya komitmen Rekind untuk merealisasikan proyek integrasi pipa gas Trans Jawa.
Reporter : Lili Judiarti
















