oleh

Beras Bantuan Di Gowa Berulat dan Berkutu, YBH Kompak Indonesia Minta Dinas Sosial Agar Suplayer BJA Dihentikan

Faktual.net, Gowa – Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang di Suplay oleh BJA (Benteng Jaya Abadi) di agen 2481 diduga sudah tidak layak Konsumsi, pasalnya beras yang akan di beli oleh KPM sudah berkutu dan berulat. Jum,at 7 okt 2022.

hasil pantauan awak media di lapangan baik itu di rumah KPM maupun di agen di temukan beras yang sudah berkutu dan diduga sudah tidak layak konsumsi dan kualitas nya perlu di pertanyakan.

Salah satu KPM yang minta identitas nya di sembunyikan kepada media ini mengatakan, beras yang kami terima ini sudah lumayan bagus walaupun sudah berkutu dan berulat.

“beras yang datang sebelumnya itu lebih parah dari pada ini karena sudah tidak bisa dimasak dan kami hanya jadikan sebagai pakan ayam”, ucapnya kepada awak media.

lebih lanjut ia mengatakan, untuk kali ini yang kami terima cukup mahal harganya yang mana kami hanya menerima 10 kg beras, Telur 1 Rak dan Apel 4 Biji dengan harga 200.000 itu sangat mahal padahal kualitas barang tidak sesuai dengan harganya.

“Walaupun harga dan kualitasnya sangat fantastik, tetapi kami takut untuk belanja di tempat lain karena ada isu kami di wajibkan belanja di agen karena takutnya nama kami di Coret sebagai penerima bantuan”, lanjut nya.

Kami berharap kedepannya agar barang yang datang itu bisa sesuai dengan harga dan kualitasnya atau jangan paksa kami belanja di agen.

“Kami berharap agar bisa membelanjakan uang yang kami terima dipasar tanpa harus di paksa ke agen atau minimal barang yang kami terima itu kualitas terbaik”, harapnya kepada media ini.

Sementara itu Rahmi pemilik agen 2481 saat di temui di tokonya mengatakan, sebelumnya kami sudah pernah komplain suplayernya sehingga sekarang sudah di ganti oleh BJA Banten Jaya Abadi atas nama Darwing sebagai Suplayer untuk wilayah Biringbulu saat ini

“Barang kami terima dari suplayer itu sudah seperti ini, jadi ini juga yang kami berikan kepada KPM, dan disini saya melayani 135 orang”, ucap Rahmi pemilik agen 2481.

lebih lanjut Rahmi mengatakan, sebelumnya juga waktu pembagian nomor antrian itu ada wartawan tapi tidak di permasalahkan, dan lebih lanjutnya silahkan ke rumah pak Muhsir di Lembangloe.

“Untuk lebih lanjutnya silahkan ke rumah koordinator kami di Desa Lembangloe kalau untuk informasi lebih lanjut, dan sebutan namanya KPM yang menjadi sumberta agar kami bisa datangi Rumahnya”, ucap Rahmi dengan nada emosi kepada Awak media.

Ket Foto, Rahmi selaku pemilik agen 2481 saat di datangi oleh awak media di kiosnya

Sementara itu Muhsir selaku koordinator Agen Kecamatan Biringbulu saat di Konfirmasi melalui telfon seluler mengatakan, Agen tersebut memang anggota saya jadi tidak usah di Urusi karena itu saya punya urusan.

“Biar di bawah kita ketemu (Kota) nanti saya juga pertemukan dengan Suplayer jadi tidak usah di urusi anggota saya apa lagi sampai naik di berita karena itu semua saya punya urusan”, ucap Muhsir kepada media ini.

menggapai persoalan tersebut membuat geram Ketua Umum DPP YBH Kompak Indonesia, ini merupakan pembodohan dan penipuan kepada Masyarakat kurang mampu.

“Yang mana seharusnya dengan adanya bantuan dari pemerintah itu membantu meringankan beban Masyarakat ini justru malah menambah beban Masyarakat karena adanya keharusan untuk belanja di agen”, ucap Ahmad aktifis yang di kenal keras untuk kepentingan orang banyak.

Kami minta Dinas terkait untuk mengevaluasi kalau perlu ganti Suplayer nya, juga Koordinator dan para Agen di tiadakan saja karena tidak jelas apa tupoksinya hanya jadi beban Negara karena pasti mereka di Gaji oleh Negara.

“Kami minta agar para agen dan Koordinator di hilangkan saja karena menjadi beban APBN yang tidak jelas fungsi dan tupoksinya”, Harap Ahmad Rana.

Reporter : Saenal Abidin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :