
Faktual. Net, Jakarta – Revitalisasi Danau Sunter yang diberikan fasilitas jogging track, tempat hiburan dan rekreasi masyarakat, bahkan “digadang-gadang mencontoh seperti Revitalisasi Danau di Hongkong” ditargetkan selesai pada 15 Desember 2021, hasilnya masih dalam Pertanyaan di pikiran warga khususnya Jakarta Utara.

Hasil Revitalisasi masih terlihat belum ada hasil yang maksimal, pasalnya lokasi tersebut masih belum ada aktifitas resmi yang dikelola oleh Pemda atau pemkot Jakut, dan pekerjaan proyeknya masih ada yang belum selesai.
Dikutip dari berbagai tulisan dimedia online “Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juani, mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air, mengungkapkan revitalisasi. Tahap pertama sudah selesai. sekarang tahap dua lanjutan. Mudah-mudahan Penataan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2021. Proses revitalisas”. Tetapi pantauan Media online Faktual. Net, revitalisasi diduga belum selesai.
Dugaan revitalisasi yang belum selesai, dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas SDA,Yusmada Faizal yang pernah jadi “andalan Ahok” dan sekarang dipercaya Anies Baswedan, pada Kamis (2/6/2022) melalui aplikasi nomor WhatsApp, belum menjawab atau merepon.
Sementara itu Lurah Sunter Jaya kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Eka Persilian, Kamis (2/6), melalui WAnya menjelaskan, bahwa danau sunter masih menjadi aset Dinas sumber daya air.
“Sore bang, saat ini aset Danau Sunter masih menjadi aset SDA, Belum ada arahan bang, Nunggu SDA menyerahkan booth ke UMKM, Posisi kita di kelurahan nunggu aja, Kita sih pengennya cepet selesai itu barang,” Ungkapanya.

Ribet Juntak selaku penggiat Lsm berkomentar, Jumat (3/5), sudah layaknya BPK, Inspektorat Provinsi DKI, jika perlu Gubernur turun langsung survei ke lokasi untuk uji materi dan buktikan apakah kontruksi yang dikerjakan oleh kontraktor sudah sesuai Bill atau RAB atau kontrak kerja.
Ribet Juntak juga menjelaskan, Pemasangan batu kali adalah turap batu kali, jadi material itu yang perlu dipasang dan galian puing di padatkan mesin gilas, sesudah itu batu karang laut dipadatkan dan terahir tanah merah diurug dan dipadatkan dengan mesin gilas 12 Ton.
“Kontruksi ini bisa longsor dan info yang saya dengar pernah longsor, prediksi saya akibat pondasi turap yang belum selesai, begitu juga macadam tidak sepantasnya dipasang di waduk,” Jelas Ribet. (Zul)













