faktual.net, Denpasar, Bali. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Provinsi Bali banjir. Sejumlah titik di Kota Denpasar ibu kota pulau dewata tersebut direndam banjir. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengeluarkan status darurat tanggap bencana banjir
“Status tanggap darurat ini penting agar seluruh upaya penanganan dapat berjalan terpadu, cepat, dan tepat sasaran dengan melibatkan seluruh elemen,” kata Jaya Negara, dilansir detikBali, pads Rabu, 10/9/2025.
Menurut Jaya Negara banjir disebabkan oleh debit air sungai yang besar disebabkan curah hujan yang tinggi.
Tampak beredar video amatir dimedia sosial kendaraan yang hanyut terbawa banjir, bangunan – bangunan yang terendam banjir, bahkan bangunan yang runtut tergerus banjir.
Data yang tercatat di Basarnas Bali, hingga Rabu sore, tercatat 9 orang telah jadi korban terseret banjir, terdiri atas 6 orang dari bangunan runtuh dan 3 orang pedagang Pasar Kumbasari.
Sementara BNPB dalam rilis resminya menyebut 9 orang ditemukan meninggal dan ratusan kepala keluarga terdampak bencana tersebut.
“Sebanyak sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua orang hilang, dan sebanyak 202 Kepala Keluarga atau 620 jiwa terdampak,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu malam, 10/9/2025.
BNPB mencatat 123 titik genangan, 18 titik longsor, dan 16 bangunan roboh. Pasokan listrik juga terganggu di sejumlah desa terdampak.
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status tanggap darurat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku melakukan pencarian korban dan evakuasi warga terdampak di sejumlah titik banjir dan longsor.
Redaksi















