Example floating
Example floating
Daerah

Anggaran Publikasi HJT Tak Jelas, Kwatak Desak Kembalikan Ke kas Daerah

×

Anggaran Publikasi HJT Tak Jelas, Kwatak Desak Kembalikan Ke kas Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual. Net, Tidore. Tertutupnya sikap Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan mengenai promosi kegiatan Hari Jadi Tidore (HJT) pekan lalu terhadap media lokal baik cetak maupun online liputan tidore, menuai tanda tanya.

Padahal kegiatan tersebut telah dialokasikan anggarannya melalui Dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan untuk promosi kegiatan HJT senilai Rp. 11.600.000, hanya saja dalam pelaksanaan kegiatan, Bagian Humas tidak transparan, sehingga persoalan tekhnis mengenai promosi kegiatan tidak diketahui oleh insan Pers di Kota Tikep.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Soal biaya promosi untuk media lokal itu sudah kami serahkan tanggungjawabnya ke bagian humas, bahkan kemarin saya juga heran kenapa disaat pembukaan kegiatan tidak ada wartawan yang datang untuk meliput, padahal kami sudah siapkan tempat untuk Walikota, Wakil, Sekda dan Pers guna melakukan Confrensi Pers untuk lounching kegiatan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Tikep Yakub Husain saat ditemui koran ini di ruang kerjanya Kamis, (2/5/19) .

Senada ditambahkan oleh Trey, salah satu pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tikep, dia mengatakan untuk kegiatan HJT pihaknya telah membagikan anggaran berdasarkan tugas pokok dan fungsi dari masing-masing seksi yang tergabung dalam kepanitiaan, dan untuk Bagian Humas dimasukan sebagai seksi Promosi kegiatan HJT yang dikoordinir langsung oleh Kepala Bagian Humas Kota Tikep Asiz Hadad.

“Anggaran untuk biaya promosi itu totalnya 13 juta, hanya saja dipotong pajak sehingga sisanya 11.600.000, dari anggaran itu diperuntuhkan untuk biaya promosi mulai dari pembukaan hingga penutupan, dan anggarannya sudah kami serahkan sepenuhnya ke bagian humas karena mereka yang paling tau soal media, sehingga Kabag Humas langsung ambil alih untuk mengatur tekhnisnya,” bebernya saat ditemui di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Kota Tikep.

Baca Juga :  Panen Raya Padi 2026 Didemak Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Komunitas Wartawan Tidore Kepulauan (Kwatak) Mardianto Musa Altaran menegaskan agar anggaran yang telah dialokasikan untuk biaya promosi dan publikasi HJT melalui media, sebaiknya dikembalikan ke kas daerah, dan untuk kedepannya tidak perlu dialokasikan lagi pembiayaannya karena dianggap anggaran tersebut tidak jelas dalam peruntuhkannya.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun media ini melalui sejumlah wartawan media lokal baik cetak maupun online liputan Tidore, mengaku bahwa dari anggaran 11 juta yang dialokasikan untuk promosi itu, Bagian Humas hanya memberikan biaya senilai Rp. 300 Ribu Rupiah untuk masing-masing media liputan tidore yang berjumlah sebanyak 15 media, baik cetak maupun online, dan pembayaran tersebut dilakukan setelah berahirnya kegiatan HJT.

Namun karena dianggap biaya tersebut tidak jelas, karena sebelumnya tidak dilakukan pembicaraan mengenai promosi kegiatan dengan para wartawan liputan tidore, sehingga membuat 5 orang wartawan dari 15 wartawan liputan tidore yang sudah mengambil uang tersebut kemudian mengembalikan ke bagian Humas Skretariat Daerah Kota Tikep.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit