Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Ambulance PKM Bontolempangan II di Desa Paranglompoa, Tak Layak Pakai

×

Ambulance PKM Bontolempangan II di Desa Paranglompoa, Tak Layak Pakai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel– Kondisi memprihatinkan sebuah unit ambulance yang dimiliki Puskesmas Bontolempangan II, Desa Paranglompoa, Kabupaten Gowa, kini menuai sorotan. Ambulance dinas berpelat merah DD 9058 B tersebut terlihat rusak parah di berbagai bagian, sehingga dinilai sudah tidak layak digunakan untuk melayani masyarakat. (05/09/2025).

Kerusakan Serius di Bagian Eksterior

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Pantauan di lapangan menunjukkan body mobil penuh dengan penyok, cat mengelupas, serta bumper depan dan belakang mengalami kerusakan berat. Lampu utama sudah kusam dan retak, sementara tulisan “AMBULANCE” di kap mobil hampir hilang tak terbaca.

Kondisi ban pun terlihat aus, rawan menyebabkan selip ketika melintas di jalanan licin atau menanjak. Cat kendaraan kusam, bercak karat, hingga sirine yang tidak terawat semakin menegaskan bahwa kendaraan ini sudah lama tidak mendapat pemeliharaan rutin.

Risiko Keselamatan Pasien dan Tenaga Medis

Dengan kondisi demikian, ambulance ini sangat berisiko jika tetap dioperasikan. Mogok di tengah perjalanan, sistem rem melemah, maupun kerusakan mendadak pada mesin bisa mengancam keselamatan pasien darurat dan tenaga medis.

Lebih jauh, kerusakan fisik yang parah juga menurunkan citra pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Padahal, ambulance adalah sarana vital untuk memberikan pertolongan cepat dan menyelamatkan nyawa.

Sorotan Terhadap Kepala Puskesmas

Sejumlah warga menilai, Kepala Puskesmas Bontolempangan II turut bertanggung jawab atas kondisi ini. Sebagai pimpinan, ia seharusnya memastikan sarana penunjang kesehatan dalam keadaan baik melalui perawatan berkala dan pelaporan rutin ke Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan Sabbang-Tallang-Sae, Akses Menuju Seko Terus Dikebut

Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan adanya pembiaran. Ambulance dibiarkan rusak parah tanpa perbaikan yang berarti, hingga kini benar-benar tidak layak pakai. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pihak puskesmas kurang peduli terhadap kebutuhan dasar pelayanan darurat masyarakat.

“Kalau Kepala Puskesmas betul-betul memperhatikan, seharusnya ada upaya merawat atau melaporkan sejak awal. Bukan dibiarkan rusak separah ini,” ungkap seorang warga Desa Paranglompoa.

Bungkam Saat Dikonfirmasi

Upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Bontolempangan II juga tidak membuahkan hasil. Selama beberapa hari setelah dikirimkan pertanyaan melalui pesan WhatsApp, Kepala Puskesmas memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan sama sekali.

Sikap diam ini semakin memperkuat kesan adanya ketidakpedulian sekaligus lemahnya tanggung jawab dalam mengelola fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.

Harapan Warga

Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa segera menindaklanjuti kondisi ini dengan pengadaan unit ambulance baru, sekaligus melakukan evaluasi kinerja Kepala Puskesmas.

“Ambulance itu bukan sekadar mobil dinas, tapi nyawa bagi pasien. Kami minta pemerintah turun tangan cepat,” tegas warga lainnya.

Reporter Sattu

Redaksi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit