Faktual. Net, Tidore. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Nomor Urut 2, yakni Ali Ibrahim – Muhammad Sinen alias AMAN kembali melakukan blusukan di Desa Aketobato Kecamatan Oba Tengah, tepatnya di Dusun Noramake.
Dalam blusukan tersebut, Kedua Pasangan ini dipersembahkan sebuah tarian tradisional yang dikenal dengan Lalayon. Menariknya tarian Lalayon ini diiringi menggunakan lagu AMAN Jilid 2 yang dinyanyikan oleh penyanyi ternama di Maluku Utara yakni Nurwahida.
Hadir dalam kegiatan blusukan ini selain warga masyarakat Noramake juga terdapat warga masyarakat dari Dusun Pasigau. Mereka dengan tegas dan kompak menyatakan dukungan dan siap berkomitmen memenangkan Pasangan AMAN pada Pilwako Tikep 9 Desember 2020.
“Terimakasih kepada warga Noramake Yang begitu antusias dan semangat mendukung AMAN Jilid 2, tentu ini menjadi bentuk penghormatan bagi kami. Semoga dengan adanya dukungan ini, pada tanggal 9 Desember nanti kita dapat memenangkan pertarungan politik untuk melanjutkan Kepemimpinan AMAN 2 Periode,” ungkapnya dihadapan warga masyarakat Noramake, pada Minggu, (1/10/2020)
Selain itu, Ali mengaku jika kedepannya Pasangan AMAN akan menjadikan wilayah Oba sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga semua sektor akan diperhatikan secara baik terutama mengenai infrastruktur penunjang, seperti mempercantik pelabuhan, terminal beserta mendorong penguatan UMKM, Perdagangan, Pertanian dan Perikanan.
Senada disampaikan Calon Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dia mengatakan memasuki Periode ke dua dirinya bersama Ali Ibrahim telah berkomitmen untuk Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi sebagaimana visi besar mereka yang telah dicanangkan dan dimasukan Ke KPU sebagai prasyarat dalam pencalonan.
Untuk itu, Setelah sukses menjalankan visi misi Periode Pertama yang bertajuk Menjadikan Kota Tidore Kepulauan Sebagai Kota Jasa Berbasis Agromarine dengan capaian diatas 90 persen berdasarkan Indikator Kerja Utama (IKU) yang berbasis RPJMD.
“Jika kita berbicara mengenai keberhasilan atau kegagalan maka ukurannya harus dengan data, tidak boleh sebatas opini. Masyarakat harus dicerdaskan dengan pendekatan-pendekatan Yang ilmia, bukan dengan Fitnah atau kebencian,” tuturnya.
Lelaki yang akrab disapa Ayah Erik ini juga mengatakan jika kedepannya masyarakat Tidore menginginkan agar Kota Tercinta ini dapat terlihat bagus dan masyarakatnya selamat dan sejahtera maka pilihannya harus aman, sebab tanpa aman, harapan untuk menjadikan Tidore bagus dan rakyat salamat tidak akan pernah terwujud. Karena yang terjadi hanyalah kekacauan.

“Ketika mereka belum jadi apa-apa datang bicara susah, ketika mereka sudah menjadi pejabat, lupa orang susah, dan ketika mereka mau mencalonkan diri mengeluh tentang kesusahan yang mereka alami. Saya tegaskan bahwa rakyat ini sudah susah, sebagai pemimpin kita tidak boleh cengeng dihadapan masyarakat, melainkan kita harus hadir dan mengeluarkan mereka dari rasa susah yang dialami,” pungkasnya.
Reporter : Aswan Samsudin















