Albert Ali Kabiay Menyatakan Sikapnya Terhadap Kepengurusan DPD Gercin NKRI Papua

46

Faktual.Net, Jayapura, Papua. Albert Ali Kabiay mengatakan bahwa dirinya atas nama pribadi menyampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah kepada senior dan rekan-rekan yang merayakannya. “Sebenarnya saya sudah lama ingin mengklarifikasi soal status saya dalam organisasi Gercin NKRI Provinsi Papua, namun situasi dan kondisi dan juga jelang pesta rakyat yang menjadi pertimbangan untuk mencari momentum yang tepat”, katanya pada Sabtu, 8/6/2019 melalui pernyataan persnya.

“Kesempatan ini, mungkin saya nilai sebagai waktu yang baik untuk menjelaskan secara singkat bagaimana saya bergabung dan DINILAI, telah selesai bersama dengan organisasi yang kami ikut bangun serta gaungkan bersama-sama. Saya bergabung dengan Gercin NKRI sejak setahun belakangan ini dengan Kakanda Hendrik Yance Udam (HYU), yang merupakan senior saya sejak kuliah”, tegasnya.

Berangkat dari kesepahaman dan cinta kepada negeri ini, bagaimana mempertahankan perjuangan yang ada, dari nilai-nilai yang mulai terdegradasi, akhirnya saya bergabung dengan Gercin NKRI, yang intinya bagaimana menggaungkan nasionalisme untuk kita pemuda Papua.

Bagaimana merangkul (kaum muda) dan menangkal pemahaman kapitalis, radikal, teroris, separatis ataupun pemahaman lainnya di tanah Papua dan bahkan di Indonesia. Intinya, Papua sudah final dan bagian atau integral dari NKRI dan siap membangun mengejar ketertinggalan.

“Bersama Gercin NKRI, banyak hal yang saya temui dan pelajari, termasuk semakin banyak kenalan dan relasi, mulai dari akar rumput hingga pejabat para pemangku kepentingan. Saya secara pribadi bangga dengan situasi yang ditemui dan jalani”, akunya.

Secara sadar atau tidak, dikatakannya bahwa dirinya dilatih dan diajarkan bagaimana belajar berorganisasi, bagaimana mengatur strategi sebagaimana marwah dari pembentukan organisasi ini. Namun, ditengah jalan, ternyata banyak kendala yang dia lihat dan temui, termasuk rekan-rekan di pengurus daerah.

Pendapatnya adalah banyak hal yang tidak bisa terkomunikasikan dan terselesaikan dengan baik, bukan hanya pada tingkat provinsi bahkan di kabupaten/kota organisasi ini terlihat rapuh, atau lemah didalam dan kuat diluar.

Mengapa demikian? komunikasi dan koordinasi tidak jalan dengan baik. Singkatnya pada bulan Mei 2019 saya diminta untuk digantikan oleh rekan lainnya dalam tubuh Gercin NKRI hanya karena menggaungkan pemilu damai yang merupakan agenda nasional. Saya kira sudah waktunya sebagai pemuda yang berjiwa besar, berjiwa nasionalis harus bersikap.

Hal ini juga sudah dia komunikasikan dengan rekan dan senior dalam grup WA ataupun dari sesepuh diluar grup, bagaimana dia harus bersikap dan bertindak. Saran dari mereka, dia harus sabar dan lebih legowo meski benar, cari momentum yang tepat untuk bersikap dan bertindak, dan dia kira inilah akhirnya.

Tapi tegasnya lagi bahwa ini bukan akhir dari segala kesamaan persepsi dan pendapat soal cinta kepada negeri ini. Karena dirinya akan terus berkarya meskipun tidak dengan perahu yang sama. Kata pepatah, masih banyak jalan menuju ke Roma, mungkin inilah yang akan saya lakukan demi NKRI.

“Saya ingin mempertegas lagi bahwa dengan munculnya berita di media online tentang penggantian kepengurusan DPD Gercin NKRI Papua meski belum ada SK pemberhentian, saya ingin sampaikan bahwa saya bukan lagi Ketua Gercin NKRI Provinsi Papua. Saya digantikan meskipun tidak sesuai dengan AD/ART organisasi, saya memilih legowo dan berkarya dengan perahu lain. Harapannya, klarifikasi ini jangan sampai jadi bahan perdebatan tetapi sebagai bahan masukan untuk saya bisa lebih berkarya memajukan Papua dalam bingkai NKRI”, tutupnya.

Reporter : Rizal

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :