oleh

Ada Apa? Sekumpulan orang Tua Semangat Ikuti Syiar Islam Di Bontolempangan

FAKTUAL. NET. GOWA – Banyak cara untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat atau komunitas di sekitar kita. Tak perlu harus dengan hal besar Hal kecil pun asal dilakukan dengan niat tulus dan sungguh-sungguh, pasti akan membuahkan hasil. 10/12/2019

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjadi perintis pendidikan Baca Al Quran Bagi usia lanjut, seperti yang dilakukan Hamzah dg Rate warga Desa Bontolempangan, kabupaten Gowa.

Hamzah Dg Rate Saat di temui oleh jurnalis Faktu.net Di Kediaman Ng Nai Mengatakan. ” Awalnya saya hanya rutin mengajak tetangga saya untuk sholat berjamaah ke masjid, Tetapi dia menolak dengan dalih saya hanya mau sholat kalau saya bisa mengaji, nah dengan alasan itu saya bertekad untuk membimbingnya agar bisa mengaji, ini murni saya lakukan secara sukarela tanpa berharap imbalan apapun.

Maksud dan tujuan saya, agar semua masyarakat bisa terbebas dari buta aksara al-qur, an di kalangan orang tua atau langsia dengan dasar, (tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai masuk keliang kubur), jadi menuntut ilmu tidak ada batasnya sepanjang ada kemauan karena modal yang paling utama dalam ajaran agama islam adalah harus tahu membaca dengan berpedoman kepada al-qur, an dan hadits.

Baca Juga :  Ratusan Pemuda Asal Papua Ikuti Pendidikan Militer Matra Laut

Dan alhamdulillah setelah berjalan beberapa hari sudah mulai banyak peminatnya, yang awalnya hanya 2 orang sekarang sudah ada 40 lebih orang tua yang berminat, dan kegiatan ini kami lakukan tiap malam, dan semua anggota yg ada akan mendapatkan giliran masing-masing untuk ngumpul belajar di setiap rumah anggota yang tergabung di kelompok yang kami beri nama Kelompok pengajian asyifa.

Dan kedepan kami berharap kepada pemerintah setempat baik kepala desa maupun pemerintah kabupaten ataupun dinas terkait, agar kami bisa di fasilitasi berupa al-qur, an maupun iqra yang cocok untuk orang tua atau lansia,  berhubung yang kami bina ada yang sudah berumur 50 sampai 70 tahun”.ucap Hamzah Dg Rate

Sementara itu Di tempat Yang Sama Imam Desa Bontolempangan Abdul Hakim Nompo S.pd Selaku Pembina Kelompok Pengajian Asyifa mengatakan.”saya berharap agar di bantu oleh  kepala dinas Bidan Sosial dan spritual untuk diberi semacam Bantuan Berupa Al-qur, an supaya masyarakat bontolempangan yang sedang belajar membaca Al-qur, an ter inspirasi bahwa betul-betul Di Kabupaten Gowa ini Fokus Pada kegiatan keagamaan.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz Qur'an Desa Manimbahoi di Hadiri Anggota DPRD Gowa

Dan untuk saat ini kami akan lebih fokus di desa bontolempangan dulu. di mulai dari dusun lemoa, nanti setelah pesat perkembangan di desa bontolempangan mulai dari remaja sampai orang tua,  kemungkinan desa-desa lain akan tertarik juga,  setelah itu baru bisa di lanjutkan di tingkat kecamatan.

Jadi secara tidak langsung otomatis terbentuk semacam majelis taklim untuk laki-laki, jadi di sini ada dua jenis kelompok yaitu mejelis taklim laki-laki di antaranya mejelis taklim pengajian dan mejelis taklim Barzanji.

Jadi di kelompok pengajian asyifa ini ada beberapa pembelajaran, mulai Dari tinkat dasar belajar al-qur, an yaitu bacaan iqro sampai ke tahap untuk menperlancar bacaan tajwid dan pengajian ini terbagi memjadi empat kelompok”. Ucapnya

Saat ini jumlah tenaga pendiknya ada 7 orang di antaranya, abdul hakim nompo spd (iman desa sekaligus pembina Majelis pengajian asyifa) , Saharuddin Dg ngitung, kahar dg tanga, jumakking dg sangki, m hatta, muh jabal dg rewa.

Reporter : Saenal Abidin Daeng Rate. 

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :