Faktual. Net, Kendari. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kakanwil Kemenag Sultra) Abdul Kadir pimpin Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) pertama asal Sultra yang tergabung dalam Kloter 20 UPG.
Selaku pimpinan Kloter Abdul Kadir melaporkan jumlah JCH Sultra kepada Pj. Gubernur Sultra Teguh Setiya Budi pada acara pelepasan keberangkatan Kloter 20 asal Kota Kendari menuju embarkasi Makassar pada Rabu, 1/8/2018 bertempat di asrama haji Sultra.
Dikatakannya bahwa JCH Sultra sebanyak 2026 orang terdiri dari 5 Kloter yakni kloter 20, 21, 22, 23, 24 dan tim pemandu haji daerah (TPHD).
“Sebanyak 5 Kloter JCH Sultra, untuk pemberangkatannya sebagian besar jamaah melalui Bandara Halu Oleo Kendari, selebihnya ada yang melalui Bandara Betoambari Baubau, Bandara Matahora Wakatobi, Bandara Sugi Manuru Muna Barat serta Bandara Sangia Ni Bandera Kolaka. Bagi jamaah asal Kolaka Utara (Kolut) melalui pelabuhan Kolut,”rinci mantan aktivis HMI tersebut.
Di jelaskan lebih lanjut bahwa pemberangkatan pertama diawali oleh Kloter 20 dengan jumlah 455 orang jamaah asal Kendari dan sekitarnya (baca : Konawe). JCH tersebut akan bertolak dari Bandara Halu Oleo menuju embarkasi Hasanuddin Makassar dibagi dalam tiga kali penerbangan dengan menggunakan pesawat carter flight.
“Insya Allah untuk penerbangan hari ini akan ada tiga tahap, untuk tahap pertama itu sesuai dengan schedule pukul 09.00 WITA, terus tahapan penerbangan kedua pada 10.50 WITA dan tahap ketiga pukul 15.50 WITA, itu schedule resmi mudah-mudahan kita berdo’a tidak ada halangan alam yang menjadi penghambat kita untuk menjalani semua itu,” jelas Abdul Kadir
Dia juga mengungkapkan, bagi jamaah calon haji yang telah meninggal dunia atau sakit permanen di saat jelang pemberangkatan, pihaknya tidak bisa memutuskan untuk digantikan oleh nomor urut di bawahnya, karena semua itu regulasinya dikembalikan ke pusat untuk ditindaklanjuti.
“Bagi mereka yang karena kehendak Allah meninggal dunia, itu kembali pada nomor porsi pusat nasional untuk selanjutnya diberikan jalan keluar apakah dapat memenuhi syarat administratif untuk diberangkatkan atau tetap nomor porsi tersebut diatur kembali oleh Kementerian Agama,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu pula koordinator presidium KAHMI Sultra ini berpesan kepada seluruh jamaah yang berangkat pada musim haji 2018 ini agar selama berada di tanah suci tetap fokus menjalankan ibadah haji, menjaga kesehatan dan pola makan, istirahat yang cukup serta mematuhi segala petunjuk dan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
















