Example floating
Example floating
Berita

Buruh Versus Gubernur, Ketua Umum PP HMPB Angkat Bicara

×

Buruh Versus Gubernur, Ketua Umum PP HMPB Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Serang – Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Peduli Banten (PP HMPB), akhirnya angkat bicara soal kontroversi antara buruh versus Gubernur Banten.

Munculnya pernyataan sikap dari Bem Nusantara yang ditafsirkan dugaan membela kubu Gubernur membuat keadaan semakin panas. Selasa (28/12/2021).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ketua Umum PP HMPB, Yusuf Mahardikha, mengatakan, untuk menjawab opini publik mahasiswa dipihak siapa tentu saya dan kawan-kawan HMPB yang duduk sebagai organisasi primordial Provinsi Banten menyatakan sikap siap bela buruh dan siap melawan pihak manapun yang coba menindas hak-hak rakyat.

“Kelakuan Bem Nusantra telah mencoreng etika gerakan mahasiswa sebagai mitra kritik pemerintah, pasalnya, Bem Nusantara mempertontonkan pernyataan sikap yang melawan buruh dan berpihak kepada Gubernur Banten,” kata Yusuf mahardikha.

Sebagi kaum intelektual, seharusnya Bem Nusantara mampu mengambil peran bijak dan bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut, bukan memperkeruh keadaan dengan melukai hati buruh yang sedang memperjuangkan nasibnya.

Baca Juga :  INAKOR Gowa Soroti Kehadiran Bupati di Acara Lebaran Yatim Bajeng Barat, Pertanyakan Kepantasan Pemimpin

Mahasiswa sebagai alat perjuangan rakyat tentu diharapakan mampu menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan rakyat dari para penguasa.

“Jika Bem Nusantara menjadi gerabang kedua yang melindungi pemerintah maka ini akan berdampak buruk bagi gerakan mahasiswa kedepannya,” ungkapnya.

Lanjutnya, adanya sebagian buruh yang dilaporkan ke Polda Banten, menurutnya, W-H bersifat Apatrid tega melaporkan rakyatnya sediri, padahal polemik buruh masuk ke ruangan Gubernur adalah konsekuensi dari ulah W-H itu sediri yang tidak pernah merespon buruh dengan baik.

Saya berpesan kepada Gubernur Banten tidak arogan harus bisa mencerminkan pola kepemimpinan yang demokratis dan mengedepankan kepentingan rakyatnya kemudian.

“Saya harap W-H mencabut laporan buruh tanpa syarat apapun jika tidak dicabut maka saya melalui basis masa HMPB akan melakukan demonstrasi besar-besaran dan kawal buruh sampai menang,” tandasnya. ***

Tanggapi Berita Ini