Example floating
Example floating
Headline

Kearifan Lokal Sinjai Nyaris Hilang di Telang Ego

×

Kearifan Lokal Sinjai Nyaris Hilang di Telang Ego

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel –  Setiap daerah miliki Kearifan lokal termasuk Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut merupakan Kebiasaan masyarakat secara turun-temurun terbingkai dalam budaya yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa Masyarakat itu sendiri.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kearifan lokal itu sebagai warisan leluhur di lakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui cerita atau pesan-pesan dari mulut ke mulut.

Hal itu biasanya didasarkan pada nilai-nilai filosofi yang bijaksana dan diharapkan untuk dipengang teguh dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Seperti diucapkan oleh ketua Aliansi Pemantau kinerja aparatur Negara (Apkan) Andi Baso Lolo Supu, bahwa dia tetap memegang teguh pesan-pesan itu salah satunya saling menghargai, mengingatkan dan menghormati.

“Alhamdulillah selama kami APKAN RI masih dipercaya oleh masyarakat di Kabupaten Sinjai ini, hal itulah yang kami pegang, sipakatau, sipakainge, sipakalebbi” ungkapnya. Selasa (02/11/2021)

Sementara itu, Andi Baso, menambahkan kearifan dan pesan-pesan dari tetua tetap dipertahankan.

“Sejarah, kearifan dan pesan-pesan dari tetua tetap dipertahankan karena itu suatu kekayaan intelektual yang harus dibanggakan” tandasnya

Sama halnya dengan ungkapan salah satu tokoh pemuda yang juga sebagai penulis muda di Kabupaten Sinjai. Burhanuddin disapa Burhan Sj

Baca Juga :  Janji Pengecekan Lokasi Tak Pernah Dilaksanakan, Warga Adukan Polres ke Divpropam Polri

Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai kearifan menurutnya tidak sekuat dahulu bahkan nyaris hilang.

“Saya pikir pesan-pesan yang penuh makna secara mendalam tersebut tidak lagi sekuat dahulu, kini nilainya berubah bahkan nyaris hilang” jelasnya melalui chat WhatssApp.

Burhan Sj menyambungkan, bahwa hal itu suatu kegagalan pemerintah untuk mengakomodasi kearifan lokal yang akan berdampak pada kesadaran Masyarakat.

“Kegagalan pemerintah mengakomodasi kearifan lokal, berdampak pada kesadaran masyarakat” terangnya

Selain itu, juga Kurangnya minat Pemuda untuk menggali dan mempertahankan apa-apa yang diwariskan dari leluhur, termasuk soal nilai-nilai kemanusiaan.

“Juga minimnya minat pemuda untuk mempertahankan terlebih menggali apa-apa yang diwariskan leluhur termasuk nilai-nilai kemanusiaan” terangnya

Ia memaparkan bahwa saat ini budaya gotong-royong sangat jarang dijumpai bahakan pertikaian soal warisan yang rentan terjadi.

Hal itu disebabkan prinsip kemanusiaan dan tanggung jawab mulai hilang.

“Gotong-royong sudah jarang kita jumpai, pertikaian atas masalah warisan rentan terjadi. Artinya prinsip-prinsip kemanusiaan sebagai tanggung jawab sosial mulai hilang” tulis Burhan Sj.

Laporan: Sambar

Tanggapi Berita Ini