Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Headline

Kopiya Buteng, Ekspedisi di Gua Watolo yang Bersitus Sejarah

46
×

Kopiya Buteng, Ekspedisi di Gua Watolo yang Bersitus Sejarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
📷Foto Faktual.Net: Eksotis Gua Watolo.

Faktual.Net, Buteng, Sultra – Komunitas Pemerhati Budaya (Kopiya) Buton Tengah (Buteng), melaksanakan ekspedisi di Gua Watolo, yang merupakan salah satu situs bersejarah, di Kelurahan Mawasangka, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buteng, Kamis (20/05/2021).

Berdasarkan pantauan media ini, suasana dalam Gua Watolo tanpa adanya cahaya, menyebabkan sejumlah tim ekspedisi Kopiya Buteng harus memakai alat penerang dan masuk ke dalam goa, rupanya bukan pekerjaan yang mudah. Harus turun dengan tali dari ketinggian 5 meter yang mengunakan tangga, lalu berjalan melewati lorong dalam gua.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Gua struktur alam yang berada di dalam bumi, sehingga tidak ada cahaya matahari yang menembus hingga ke dalam gua. Kegelapan terjadi sepanjang waktu, karena itu kegelapan di dalam goa disebut sebagai kegelapan abadi. Menelusuri lorong-lorong yang sempit di dalam kegelapan abadi tentu saja perlu kehati-hatian.

Di dalam gua tersebut yang di dalamnya terdapat tanah yang halus mengkilap dan sumber air yang jaraknya dari 700 meter dari ke arah bawah gua.

Dan ada banyak batu-batuan alam yang bentuknya menonjol dan lancip. Batuan ini biasanya ada di bagian langit-langit dan di bagian lantai gua.

Baca Juga :  PN Jakarta Utara Saksi Perkara Sengketa PT Sumarecon Agung, Tbk dengan H. Makawi
📷Ketgam: Batu-batuan alam berada di bagian langit-langit gua.

Batuan lancip yang biasanya terbentuk berlapis- lapis di lantai gua dengan bagian ujung yang mengarah ke atas. Batuan ini terbentuk dari kumpulan kalsit (kalsium karbonat) yang berasal dari air yang menetes.

Hasruddin Koordinator Expedisi Kopiya Buteng menerangkan, Gua Watolo yang begitu luas, di dalamnya terdapat tulisan-tulisan masa lampau yaitu tulisan aksara dan benda atau bukti lain adalah ada makam Watolo sehingga gua tersebut dinamakan gua Watolo pada zaman dahulu Goa Watolo di fungsikan sebagai tempat tinggal atau tempat persembunyian masyarakat Mawasangka secara umum pada masa penjajahan.

“Bahwa dulu gua Watolo itu digunakan sebagai tempat persembunyian dari penjajah atau gerembolan, karena dalam gua Watolo sangatlah aman dan luas bisa menampung banyak orang, dan letaknya tidak dapat dijangkau oleh orang banyak,” ucap Hasruddin pada media Faktual.Net.

📷Ketgam: Tim Kopiya Buteng saat mengunjungi Gua Kasimbuno.

Tim Epedisi Kopiya Buteng usai menulusuri di Gua Watolo, mereka bergeser ke Gua Kasimbuno yang memiliki tebing, batuan yang cukup unik dan di dalamnya terdapat sumber mata air yang jernih dan dijadikan permandian masyarakat Mawasangka.

Penulis: Kariadi Buteng.

Tanggapi Berita Ini