Faktual.Net, Tidore. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tidore sukses menggelar Hari Lahir (Harla) PMII Tidore ke 12. Kegiatan yang mengusung tema ”Konsolidasi Gagasan, Membangun Kesepahaman Merumuskan Arah gerakan PMII Di Era Milenial” yang berpusat di Aula gedung Pertemuan Kantor Camat Tidore Kota Tidore Kepulauan pada Senin, (26/11/2018 malam.
Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Asisten II Walikota Kota Tikep Muhammad Yasin itu, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada PMII Cabang Tidore atas ketidak hadiran Wakil Walikota Kota Tikep Muhammad Sinen yang diundang secara langsung untuk membuka acara tersebut, hal itu dikarenakan terdapat urusan penting di luar daerah yang tidak bisa beliau tinggalkan.
Olehnya itu dalam sambutan Wakil Walikota yang dibacakan Muhammad Yasin menyampaikan atas nama pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan mengucapkan selamat Harla PMII Ke 12, semoga PMII Cabang Tidore semakin berjaya.
“Pemuda adalah Garda terdepan berdirinya bangsa Indonesia, hal ini yang menjadi dasar bahwa pemuda adalah unjung tombak perubahan ke arah yang lebih baik, sebab perubahan menunjukan pergerakan ke depan atau maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi mental seperti yang diucapkan presiden RI Joko Widodo harus dapat dijadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju, karena dengan begitu kita dapat menjadikan bangsa yang hebat,” ujarnya.
Untuk itu, PMII Cabang Tidore tentu kedepannya memiliki tantangan yang cukup besar dalam melihat daerah Kota Tidore Kepulauan untuk memiliki daya saing dengan daerah lainnya, dan yang menjadi pekerjan rumah bersama adalah bagaimana PMII mampu meramu ide-ide menjadi sebuah inovasi dan memiliki tujuan bersama dengan bersinergi bersama Pemkot Tikep dalam memajukan Kota Tikep yang beradab.
Pasalnya Pemerintah Kota Tikep membutuhkan sentuhan PMII tanpa melihat perbedaan, sehingga dengan ketulusan bersama dalam melihat Kota Tidore, mampu membawa kota Tidore ke arah yang lebih baik pada masa akan datang. “Saya mengapresiasi positif akan kegiatan ini, semoga adik-adikku di PMII mampu menyerap ilmu dari kakak-kakak senior serta mampu mengimplementasinya di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincap) PMII Kota Tidore Kepulauan Fitriani Pakaya dalam amanat yang disampaikan pada kesempatan tersebut menegaskan kepada Kader PMII Cabang Tidore beserta Alumni PMII yang berada di daerah manapun agar tidak berjudi dengan kekusaan dan tidak boleh menghalalkan segala cara hanya untuk kepentingan kekuasaan, sebab jika itu dilakukan maka patut dipertanyakan kembali identitas ke-PMII-annya.
“Kita harus menempa diri dari sekarang, sehingga kelak kita berada di ruang yang nyata kita tetap menjadi manusia yang bebas tanpa adanya interfensi dari siapapun. Sebab daerah ini sangat membutuhkan orang-orang baik seperti PMII,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Wanita pentolan Mantan Ketua KORPRI PMII Cabang Manado itu juga mengatakan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Kota Tikep terkait langkah demonstrasi yang dilakukan PMII, hal itu dilakukan karena memang anak-anak PMII dididik untuk berdemonstrasi membela kepentingan rakyat, sehingga tidak perlu takut jika ada anak-anak PMII yang melakukan demonstrasi karena itu bukan tanda-tanda yang membahayakan, sebab dalam demonstrasi yang dilakukan adalah bagian dari peringatan terhadap kebijakan yang harus dikoreksi dan ada kritik yang ingin disampaikan oleh PMII.
“Mereka Demonstrasi tidak pakai Bom, pentungan dan alat-alat apapun. Modal mereka hanya megavone, karena demonstrasi itu menjadi hal yang baik bagi pemerintah kota tikep sepanjang kita tidak mau berjudi dengan kekuasaan, jangan demo di depan namun minta amplop di belakang” tambahnya.
Senada disampaikan Ketua PMII Cabang Tidore Fandi Muhammad dia mengatakan PMII Kota Tikep dalam menjawab tantangan zaman perlu menjaga kebudayaan yang dimiliki. Karena hanya itu yang bisa menunjukan jati diri sebuah bangsa yang besar.
Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pentas seni berupa tarian yang dipersembahkan oleh pemuda kelurahan Dokiri dan Pemuda Kelurahan Tongowai Kecamatan Tidore selatan, selain itu ada juga pertunjukan musikalisasi yang dipersembahkan oleh pengurus PC PMII Kota Tikep.
Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Mahli Aweng Ketua PPI Provinsi Maluku Utara, Ardiansyah Fauji Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tikep, Murad Polisiri Ketua Balegda DPRD Tikep, Soepriadi Syahbuddin Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Tikep, dan para pendiri PMII Cabang Tidore Bustanul Ulum, Iswan Salim dan Amirudin R. Tomawonge.
















